About You Aris
Aries, sebuah nama yang mudah untuk diingat dan enak untuk didengar. Pemuda berusia 24 tahun ini sangat
santun dan sederhana penampilannya. Pertama datang ke PM aku dan mengenalkan dirinya dengan nama itu. Aku pun mengenalkan diriku sebagai wanita berusia 60 tahun, dan aku ingin dia memanggilku nenek. Sayangnya dia tak percaya apa yang kukatakan, mungkin karena melihat fotoku di profil. Aku mencoba menjelaskan, tapi dia tetap tidak percaya. Aia tetap mengaggapku wanita berusia 27-28 tahun yaang ingin dipanggil nenek. Terserahlah.
Persahabatanpun berjalan seiring waktu. Terjalin indah dalam ikatan persaudaraan. Sekian bulan chat dengannya, aku bisa memastikan dia adalah sebutir mutiara di antara ratusan temanku di dunia maya. Aku kadang heran, kenapa dia tertarik ke dunia cyber. Dunia cyber adalah dunia bebas, lepas dan tak bertuan. Tak ada presiden di dunia maya, apa lagi para mentri dan anggota dewan. Di dunia ini semua bisa jadi yang diinginkan. Kebohonga bukanlah hal tabu untuk dilakukan. Di dunia maya sumber segala kebohongan bisa terjadi. sulit kita membedakan mana yang benar mana yang salah. Aku bisa tahu itu, karena tidak sedikit teman-teman chatku yang mengatakan hari ini dia seorang direktur, besok jadi pengembang IT, lain waktu jadi petualang cinta, semua bisa dengan mudah kuketahui karena aku punya banyak ID. Tak perlu ada harapan dan kepercayaan di dunia maya ini. Namun Aris sejak mengenal kamu, pendapatku tentang dunia maya sedikit berubah, ternyata kamu tidak seperti itu.
Kamu menyapaku juga di dunia nyata, lewat sepucuk surat yang kau kirimkanpadaku, walaupun isinya hanya sebuah sofware pembasmi virus. Ternyata tak semua penduduk dunia maya pembohong. Kamu Aris
kau bawa kejujuran di setiap langkahmu. Persahabatanmu tulus walaupun kau telah tahu siapa aku sebenarnya. Kau tetap jadi sahabatku. Selamat datang Aris, di blogku ini kutulis tentangmu. Yup kita setuju
untuk biarkan orang lain dengan sejuta dusta, tapi kita ,di mana pun , di dunia mana pun kita berada kita tetap akan selalu jujur pada diri kita sendiri dan orang lain di sekitar kita.
Akhirnya, siapa pun dirimu apakah Muhamad Ilyas, Mukhidi atau bedhositikapopoya, kau tetap sahabatku.Mudah-mudahan bisa jadi saudaraku. Inilah aku ris, kau bisa baca tulisan ini diblogku. Kau bisa lebih tahu tentang aku, dan aku tidak ingin kamu berubah, tetaplah memanggilku nenek.

duuh…jangan dilebih-lebihkan atuh Bu. Abdi sampai merinding membacanya…Abdi teh cuma pemuda biasa yang bisa Ibu temui di setiap ruas jalan. Bahkan mungkin sahabat Ibu lebih banyak yang lebih baik dari Abdi.
sebenarnya abdi juga sempet kecewa ketika tau foto di profil itu bukan foto Ibu, karena abdi merasa seperti dibohongi. Setelah itu Abdi pengin untuk tidak chatting lagi…abdi sedih. Sedih ketika percaya pada seseorang, kemudian dia tiba-tiba tidak jujur.
tapi pada pagi harinya, abdi mencoba sekali lagi..dan ternyata…Ibu berkata jujur siapa Ibu sebenarnya…Alhamdulillah, akhirnya kebenaran bisa terbuka.
Penyesalan justru abdi rasakan. Ketika belum tau Ibu, perkataan saya banyak yang tidak sopan,penuh puisi gombal, ungkapan kasar, dan segala tulisan yang kurang enak untuk dibaca, karena saya masih menganggap Ibu masih muda. Lewat blog ini juga, sekali lagi abdi minta maaf ke Ibu.
eemmm…jadi itu foto putri ibu ya…salam kenal yah buat neng gita. semoga dia bisa menjadi peneduh keluarga di dunia dan akhirat bagi Ibu. sampaikan maaf saya karena dah ngubah-ubah foto dia.
terakhir..semoga saja kita tetap ditautkan dalam persaudaraan, meski belum pernah saling bertatap muka.
maaf kalo ada kata dan ucap yang kurang berkenan.
Bogor, 08-02-2006
aris
Comment by aris — February 8, 2006 @ 3:57 am