/>

Semua Tentang Reni

March 24, 2006

CERITA BUAT DHIKA

Filed under: Curahan Kalbu

Hallo Dika, nggak sangka kita bertemu di dunia cyber. Kamu mantan ketua Hima kampusku yang menertawakanku waktu aku dihukum senior disuruh merayu pohon cemara yang berjejer di kampus kita. Awas ya!O, ya Dik, ini cerita yang kujanjikan, baca saja tak perlu kau komentari, karena permasalahannya telah kita bahas dalam setiap percakapan kita.

Ceritaku dimulai tahun 2002, ketika ada pemilihan guru teladan(GT ) di kotaku. Aku adalah orang terakhir yang ditawari kepsek untuk mengikuti kompetisi itu. Hasilnya ternyata aku mampu menyisihkan36 orang pesaing dengan seleksi yang sangat ketat.

Selanjutnya (more…)

IT’S ME!

Filed under: Curahan Kalbu

Aku tidak cantik!
Bila ada orang yang menyebutku cantik, itu salah.
Itu pasti ada yang tidak beres pada matanya.
Aku menarik? Nah kalau itu mungkin ada benarnya.

Dari dulu sampai sekarang aku selalu menarik (Wheeyy PD banget! )
Ya aku menarik bagi para siswaku karena aku termasuk guru
yang bawel dan tidak berperikemanusiaan. Aku kan guru yang
tidak akan memberi ampun pada para siswaku yang berani alpa
tiga kali berturut-turut, atau kabur dalam pelajaranku.

Hukuman bagi siswa seperti itu, dicoret dari agendaku, kecuali
bila mereka menang dalam persidangan kelas. Itu pun ada syarat
yang harus dipenuhi yaitu membuat pernyataan di atas kertas
bermaterai. ditandatangani oleh orang tua, wali kelas dan Kepsek.
Naahh kalau dah begitu baru boleh ikut belajar denganku lagi.

Kejam ya? Ya terserahlah orang menilai, tapi kan mereka juga boleh
mengusirku, kalau aku terlambat masuk atau bila aku tidak menarik
waktu menerangkan pelajaran. Itu kontrakku dengan para murid
di awal kegiatan pembelajaran.

Anehnya, aku terpilih sebagai salah satu dari lima orang guru terfaforit
di sekolah dalam gelar ” Our Teacher Of The Year” yang diselenggarakan
anak-anak OSIS. Lima orang itu adalah : Bu Ety ( PKN ) Bu Popy ( Mate)
Bu popon ( B. Sunda ) Bu Reni ( B. Ind ) dan Bu Yani Dian ( Fisika )

Aku juga menarik untuk anak-anakku, karena aku seorang ibu
yang sangat disiplin dalam pengaturan uang saku mereka.
Ya pendidikan yang mendasar yang kuberikan pada mereka adalah
disiplin melaksanakan perintah agama, dan disiplin dalam pengaturan uang.
Undang-undang dan sanksi hukumnya sudah kususun dalam AD/ART.

Aku juga menarik bagi suamiku, karena dia menjadikan aku
sebagai istrinya padahal puluhan lho yang ngantri ingin
jadi istrinya.

Satu lagi, aku juga menarik buat dipeluk monyet-monyet
yang ada di sangeh he…he…he

Filed under: Curahan Kalbu

March 23, 2006

MY FAMILY

Filed under: Curahan Kalbu

Image Hosted by ImageShack.us

Bagiku
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Permata yang paling indah adalah keluarga

Ya, banyak orang yang memimpikan ingin punya keluarga
anehnya banyak orangbelum juga berkeluarga atau gagal dalam
membina keluarga, itulah problematika hidup manusia di dunia . Kita berencana Tuhan berkehendak lain, tapi kita harus yakin Tuhan lebih tahu apa yang terebaik untuk kita.

Benar kata pepatah membina keluarga jauh lebih sulit dari pada membentuknya. Aku merasakan sekali hal itu. Aku salah satu dari sekian ribu pasangan yang menikah dalam usia yang belum cukup matang, tanpa perhitungan bahkan bisa dibilang nekad. Waktu itu usiaku baru 19 atahun, suamiku 23 tahun. Orang tuaku tidak suka melihatku pacaran. Aku hanya diberi dua pilihan, kuliah atau menikah. Kalau aku pilih menikah berhentilah kuliah, kalau pilih kuliah putuskan pacarku. (more…)

March 21, 2006

WARTA SEKOLAHKU

Filed under: Curahan Kalbu

Wahhhh bukan SMPN 4 kalo nggak TOP, naaahhh saking ngetopnya sampai koran pun ngelirik sekolahku. Mau tahu artikelnya? Tuh baca aja

ANAKKU YA ANAKKU

Tulisan dengan latar pengalamanku ini, lahir karena terinpirasi oleh kasus Raju yang akhir-akhir ini mencuat di berbagai media massa kita. Yaa…melihat Raju yang me-
nangis ketakutan sambil memeluk ayahnya, sewaktu akan disidangkan, aku betul-
betul terharu. Aku jadi teringat anakku yang nomer dua ( sekarang sudah kuliah di
sebuah perguruan tinggi negri di kota Bandung ) Ya, kelakuan anakku waktu kecil
persis seperti Raju. Dia hiper aktif, gemar sepak bola dan berkelahi.

Sejak usia empat tahun rasa ingin tahunya mulai terlihat, dia ingin bisa membaca seperti kakaknya, tapi aku tidak menghiraukannya. Menurutku usia empat tahun
belum waktunya untuk belajar efektif. Aku ingin anakku berkembang secara alamiah. (more…)

March 18, 2006

MARIA CHRISTINA DEWANTI

Filed under: Curahan Kalbu

Jumat dini hari, telpon di rumahku berdering. Hatiku sudah menduga pasti ada yang tak beres
Ya, setiap telpon berdering dini hari selalu berita tak nyaman yang kuterima. Benar saja,
tapi sedikit pun aku tak menyangka itu tentang Mba! Bagaikan petir di siang hari aku mendengar
berita itu, seluruh badanku lemas sungguh aku tidak percaya, Mba telah tiada.

Mba, betapa tipisnya batas antara kehidupan dan kematian, bukankah baru kemarin
kita berbincang tentang masa depan? Bukankah baru kemarin kita masih bisa tertawa
dan bercanda di beranda rumah Mba? Aku tak menyangka secepat itu Mba pergi.

Tiga kali aku baru menengok Mba yang terbaring di rumah sakit, aku berdosa belum
sempat menunggui Mba. Aku menyesal Mba, kenapa aku tidak menyempatkan waktu
semalam saja di rumah sakit menemani Mba. Ah kukira tidak seberat itu penyakit Mba.

Mba, kini tiada lagi pelukan hangat dan sapaan sayang seorang ibu
Ya bagiku Mba bukan hanya seorang kakak tapi seorang ibu. Ketiga anakku lahir
ada dalam pelukan Mba, kami semua menyayangimu. Mba adalah orang terbaik
yang lahir di bumi ini. itu kata semua orang.

Lihat! Semua menangis untuk Mba, dari tukang kebun, buruh bangunan, tukang sayur
langganan, para tetangga, sahabat, keluarga, sampai pak RT, Pak RW, Pak Lurah, Pak camat
dan Pak walikota hadir buat mengantar jenazah Mba. Mereka semua merasa kehilangan.
Mba, wanita sederhana, cantik, anggun, cerdas, istri setia harus pergi secepat itu.

Inallillahi Wainailaihirojiun, semoga Alloh menerima amal ibadah Mba.

March 14, 2006

HANYA SEBUAH KENANGAN

Filed under: Curahan Kalbu

Melihat kau berdiri dihadapanku, dengan gaya seperti dulu
Terlintas kembali kenangan indah bersamamu
Senjaitu kau mengantarku pulang, kuberikan senyuman tulus
sebagai tanda ucapan terimakasihku
Tak kusangka, semua itu membuatmu menghitung panjangnya malam
Esoknya kau datang lagi dengan sekuntum mawar, aku tersenyum lagi
Kukatakan padamu ” Lihat, mawarku telah banyak, nih untukmu kuberi setangkai
mawar kuning, sebagai balasan mawar merahmu” Kau tersenyum manis sekali.
Kau katakan mawarku itu kau simpan di bawah bantalmu, agar aku selalu hadir
dalam mimpimu. Lucunya kamu. (more…)

March 13, 2006

YU BELAJAR MENULIS DAN MEMBACA PUISI BERSAMAKU

Filed under: Opini

Banyak teman-teman yang bertanya padaku, bagaimana caranya membuat puisi Apakah faktor bakat itu bisa menentukan? Duh, bagaimana aku harus menjawabnya ya, Selama ini aku menulis puisi hanya karena aku ingin mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku, namun agar ada bayangan tentang bagaimana cara menulis puisi, akan kucoba menguaraikannya di sini, tapi pasti tidak akan memuaskan karena aku bukan alat pemuas, eh….salah penyair maksudku.

Puisi berbeda dengan prosa. Sifat puisi lebih subyektif, artinya setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda terhadap makna puisi. Jadi yang tahu secara persis ten- tang isinya ya hanya si penulisnya itu sendiri. Beda banget dengan prosa. Prosa lebih bersifat obyektif, artinya setiap orang akan mempunyai penafsiran yang sama terhadap Isinya.Contoh setiap orang pasti akan sepakat bila isi cerita Sangkuriang mengisahkan seorang anak yang ingin menikahi ibunya .

Ditinjau dari bahasa yang digunakan dalam puisi, ada puisi yang berbentuk diafan yaitu (more…)

March 10, 2006

PUISI-PUISI TERBAIK KARYA MURIDKU

Filed under: Puisi Ku

LAGU Karya: Rahmat Ramdani

Pada malam perpisahan
Pada kerinduan perjumpaan
Pernah kunyanyikan sebuah lagu
Khusus bagimu

Pada hari sepi menjelang
Pada kerlipan bintang
Pernah kupetik gitar
Senandung hati bergetar
Membunuh waktu
Atau mungkin pula
Mencari nada untuk masa silam

Pada arus riak gelombang dalam kejaran waktu yang memburu
Pada lagu lama dan baru (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com