/>

Semua Tentang Reni

March 13, 2006

YU BELAJAR MENULIS DAN MEMBACA PUISI BERSAMAKU

Filed under: Opini

Banyak teman-teman yang bertanya padaku, bagaimana caranya membuat puisi Apakah faktor bakat itu bisa menentukan? Duh, bagaimana aku harus menjawabnya ya, Selama ini aku menulis puisi hanya karena aku ingin mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku, namun agar ada bayangan tentang bagaimana cara menulis puisi, akan kucoba menguaraikannya di sini, tapi pasti tidak akan memuaskan karena aku bukan alat pemuas, eh….salah penyair maksudku.

Puisi berbeda dengan prosa. Sifat puisi lebih subyektif, artinya setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda terhadap makna puisi. Jadi yang tahu secara persis ten- tang isinya ya hanya si penulisnya itu sendiri. Beda banget dengan prosa. Prosa lebih bersifat obyektif, artinya setiap orang akan mempunyai penafsiran yang sama terhadap Isinya.Contoh setiap orang pasti akan sepakat bila isi cerita Sangkuriang mengisahkan seorang anak yang ingin menikahi ibunya .

Ditinjau dari bahasa yang digunakan dalam puisi, ada puisi yang berbentuk diafan yaitu puisi transparan yang bahasanya mudah dimengerti, ada juga puisi prismatik yaitu puisi yang lebih mengutamakan keindahan bahasa dan bunyi serta kedalaman makna. Puisi prismatik lebih sulit ditangkap maknanya.

Menulis puisi dengan kalimat –kalimat yang tidak dimengerti oleh orang lain, tapi mampu mengekspresikan perasaan kita, itu sah-sah saja, karena dalam penulisan puisi, kita dilindungi oleh lisencia puitica atau kebebasan mengekspresikan perasaan dengan gaya bahasa yang kita inginkan.

Hal yang cukup penting untuk diketahui waktu menulis puisi diantaranya:

1.Mampu menentukan tema yaitu gagasan atau apa yang ingin kita ungkapkan.

2 Perasaan yaitu kita harus mampu mengekspresikan gagasan yang akan kita ungkapkan ke dalam bahasa yang indah.

3.Nada dan suasana, ini menjelaskan tentang sikap yang ingin kita ungkapkan dalam puisi kita, sehingga mampu menimbulkan suasana hati pembaca/ pendengar sesuai dengan yang kita rasakan.

4. Amanat yaitu pesan tersirat yang ingin kita sampaikan dalam puisi kita. Amanat ini jangan terkesan menggurui.

Unsur lainnya lagi yang harus kita ketahui adalah unsur batin puisi yang lebih di kenal dengan sebutan unsur pencitraan. Puisi harus mampu menimbulkan imajinasi/ daya bayang yang mampu mengaktifkan panca indra kita, khususnya indra perasa, pencium, pendengaran dan peraba.

Naaahhhh bila kita telah tahu cara menulis puisi, sekarang mari kita belajar cara Membacanya. Mengasyikan lho, membaca puisi karya sendiri. Membaca puisi itu sangat mudah. Modal kita hanya keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi, ditambah pengetahuan berikut :

1. Pemahaman kita harus memahami dengan baik unsure fisik dan batin puisi yang telah kuuraikan di atas tadi.

2. Kehafalan yaitu kecermatan dalam membaca larik-larik puisi.

3. Pelafalan yaitu ketepatan dalam melafalkan kata-kata.

4. Intonasi yaitu gabungan antara nada, tempo dan tekanan pada waktu kita membaca puisi.

5. Ekspresi dan gerak mimik adalah penjiwaan dipadukan dengan gerak anggota tubuh khususnya wajah.

Naahh mudah kan menulis dan membaca puisi itu? Satu hal yang perlu diingat, puisi yang baik adalah puisi yang mampu mengungkapkan isi hati kita dengan jujur, mampu menimbulkan kepuasan batin bagi kita yang menulisnya dan orang lain yang membacanya. Untuk lebih jelas mari kita lihat sebuah contoh puisi yang baik. Eh…waktu puisi Ini kubacakan di depan kelas, murid-muridku pada terharu dan ada yang menangis lho!

Yuk kita baca puisi ini

SENJA DI PELABUHAN KECIL

KARYA : CHAIRIL ANWAR

Ini kali tidak ada yang mencari cinta

Di antara gudang, rumah tua, pada cerita

Tiang serta temali, kapal,perahu tiada berlaut

Menghembus diri dalam mempercepat maut berpaut

Gerimis mempercepat kelam.

Ada juga kelepak elang

Menyinggung muram, desir hari lari berenang

Menemu bujuk pangkal akanan.

 

Tidak bergerak

Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak

Tiada lagi, aku sendiri.

Berjalan Menyisir semenanjung, masih pengap harap

Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan

Dari pantai keempat sedu penghabisan bias kudekap

Puisi di atas mengekspresikan kepedihan yang mendalam, yang sulit terucapkan dengan kata-kata, tapi di sinilah hebatnya Chairil, ia mampu mengekspresikannya tanpa ada kata ‘sedih, Ia mampu berbicara dengan hatinya. Puisi itu ditulis Chairil ketika ia merasa kecewa cintanya ditolak oleh gadis pujaannya bernama Sri Ajati, seorang mahasiswi fakultas sastra.

Aku paling suka puisi itu, puisi itu seolah memberi gambaran bahwa laki-laki juga memiliki hati yang sama dengan wanita. Mereka bisa putus asa, kecewa, cinta dan kehilangan. Tema puisi itu tentu saja tentang cinta. Chairil mengekspresikannya dengan nada kecewa dan penuh keharuan. Suasana yang ditimbulkannya pun, rasa haru yang begitu dalam, seolah ingin bercerita betapa sunyi dan hampa hidupnya.

Meskipun puisi itu pengalaman Chairil, tapi kita tidak merasakan bahwa pengalaman itu hanya pengalaman Chairil saja. Chairil telah berhasil mengangkat pengalaman pribadinya ke tingkat universal yang bisa dirasakan pula oleh semua orang termasuk kita. Itulah puisi yang baik, yang mampu mengungkapkan perasaan kita secara mendalam.

Ya puisi memang punya kekuatan yang hebat untuk mengungkapkan segalanya seperti apa yang disampaikan oleh Taufik Ismail dalam puisinya di bawah ini

DENGAN PUISI AKU

 

Dengan puisi aku bernyanyi

Hingga senja umurku nanti

Dengan puisi aku bercinta

Berbatas cakrawala

 

Dengan puisi aku mengenang

Keabadian yang akan datang

Dengan puisi aku menangis

Bila jarum waktu kejam mengiris

 

Dengan puisi aku mengutuk

Nafas zaman yang busuk

Dengan puisi aku berdoa

Perkenankanlah kiranya

 

Hayyyoooohhh siapa yang mo nulis puisi? Mulailah! Jangan kalah ma murid-murid Kelas tiga SMP lho! Tuh lihat karya mereka, bagus-bagus kan?

9 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://renik.blogsome.com/2006/03/13/yu-belajar-menulis-dan-membaca-puisi-bersamaku/trackback/

  1. you are is the best teacher! Tulisan yang indah, cerdas !

    Comment by screet admiror — November 8, 2008 @ 8:57 am

  2. hallo.. saya sangat suka belajar membuat puisi, tolong berikan langkah2 membuat puisi agar puisi itu lebih baik untuk di baca dan didengar dan terus cara pengaturan bahasa nya

    Comment by deny — November 16, 2008 @ 2:03 pm

  3. Seperti yang telah diuraikan dalam tulisan saya di atas, puisi pada hakekatnya ekspresi jiwa. Jadi membuat puisi adalah mengungkapkan apa yang kita rasakan dalam jiwa secara jujur. Langkah yang sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan menentukan rasa apa yang ingin kita ungkapkan. Selanjutnya ungkapkanlah dengan kalimat-kalimat yang bahasanya kita pilih dan mampu mengekspresikan perasaan kita. Pengaturan bahasa biasa disebut rima atau bunyi, itu sifatnya tidak mutlak tapi bila ada tentu saja jadi lebih baik. Masalah yang muncul biasanya bagaimana cara memilih kata-kata dalam puisi. Nah ini bisa dilatih dengan banyak membaca. Bisa dicoba?

    Comment by renik — November 19, 2008 @ 8:46 am

  4. hehe.. makasih banget nih infonya… bisa di jadikan pelajaran yg sangat berharga untuk saya. thanks.. semoga tambah sukses dalam berkarya

    Comment by firmanda — November 27, 2008 @ 9:14 pm

  5. O…ya? saya sangat senang bila benar artikel ini berguna bagi teman-teman yang berminat pada puisi. Yup sama-sama semoga sukses selalu dalam berkarya…, terimakasih pula atas kunjungannya.

    Comment by renik — November 28, 2008 @ 4:34 am

  6. aku ingin bisa membuat puisi

    Comment by dadi — February 22, 2009 @ 12:52 pm

  7. aku ingin bisa membuat puisi

    Comment by dadi — February 22, 2009 @ 12:53 pm

  8. Semua orang pasti bisa menulis puisi Dad, asal mau berlatih dan selalu melatih kepekaan hati. Ok? Selamat mencobas semoga berhasil dengan baik. Salam

    Comment by reni — February 27, 2009 @ 3:29 am

  9. aku pengen banget nie belajar menulis puisi selama ini puisi yang aku buat aku anggap masih kurang. kasih aku tips dunk !!!!!

    Comment by aliftia — August 18, 2009 @ 4:30 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com