MY FAMILY
Bagiku
Harta yang paling berharga adalah keluarga
Permata yang paling indah adalah keluarga
Ya, banyak orang yang memimpikan ingin punya keluarga
anehnya banyak orangbelum juga berkeluarga atau gagal dalam
membina keluarga, itulah problematika hidup manusia di dunia . Kita berencana Tuhan berkehendak lain, tapi kita harus yakin Tuhan lebih tahu apa yang terebaik untuk kita.
Benar kata pepatah membina keluarga jauh lebih sulit dari pada membentuknya. Aku merasakan sekali hal itu. Aku salah satu dari sekian ribu pasangan yang menikah dalam usia yang belum cukup matang, tanpa perhitungan bahkan bisa dibilang nekad. Waktu itu usiaku baru 19 atahun, suamiku 23 tahun. Orang tuaku tidak suka melihatku pacaran. Aku hanya diberi dua pilihan, kuliah atau menikah. Kalau aku pilih menikah berhentilah kuliah, kalau pilih kuliah putuskan pacarku.
Aku nekad memilih menikah tapi tetap kuliah ! Caranya? Aku dan suamiku berusaha untuk dapat beasiswa dengan belajar setengah mati. Alhamdullillah waktu itu ada program bea siswa diploma. Suamiku yang sedang menyusun skripsi langsung pindah ke Diploma 3 dan aku yang sudah diterima di S1 langsung pindah ke diploma 1. Hasilnya? Aku bisa menikah dan kuliah jalan terus tanpa harus membebani orang tua.
Setahun menikah aku hamil, lahirlah anak pertama, bertepatan dengan diangkatnya aku dan suamiku sebagai calon PNS. Selanjutnya lahir anak kedua dan ketiga. Kini di usiaku yang sudah kepala 4 anak-anakku sudah pada dewasa. Sementara teman-teman sebaya banyak yang anak pertamanya masih SMA, SMP bahkan ada juga yang masih duduk di SD.
Aku sering memandangi anak-anakku bila mereka sedang berkumpul. Satu dengan yang lain memiliki sifat yang berbeda. Dika anakku yang pertama, dia serius,cerdas,pemberani, tapi tak pernah membantah perintah orang tua. Ninoy ( Sony ) ini anakku yang kedua
Wah dia tuh tukang ngocol, kalau ada dia, rumah jadi rame, selalu full senyum. Dia sangat kritis dan sangan mengidolakan aku sebagai ibunya. Yangketiga si bungsu Gita. Ini anak kesayangan papanya. Ini anakku yang paling rese. Dia cerdas tapi keras kepala. Selalu ingin menang sendiri, rajin ibadah dan sangat percaya diri.
Gita sulit untuk bisa menerima pendapat orang lain, kecuali bila dia memintanya. Catatan prestasinya di sekolah biasa saja. Setiap tahun paling dia hanya mendapatkan penghargaan murid termanis, termodis dan termalas. Dia memang paling getol terlambat datang ke sekolah. Dia belum pernah mendapat gelar prestasi di bidang ekskul atau akademis. Anehnya dia selalu bisa mencapai apa yang diinginkannya. Sekolah misalnya
dari TK sampai SMA selalu diterima di sekolah faforit atas perjuangannya sendiri. Kini dia bercita-cita menjadi dokter gigi.
Aku kadang tak percaya, kok bisa ya aku dan suami membesarkan mereka bertiga, membina ahlaknya, membentuk pribadinya. Mereka kami besarkan dengan tawa dan air mata. Kami bisa tahu panjangnya malam bila mereka sakit, bisa merasakan debaran hati yang kencang bila mereka terlambat pulang, dan berdoa tiap waktu untuk masa depan mereka.
Ya Rabbi, betapa kuasanya Engkau memberikan cinta kasih pada manusia. Cinta kasih merupakan anugrah terindah yang Kau berikan. Aku tak bisa membayangkan bila cinta itu tiada, mungkin semua orang tua di bumi ini akan berpendapat jauh lebih baik memelihara kambing yang jelas bisa cepat dipetik hasilnya dari pada memelihara anak. Namun karena cinta, semua argumen itu sirna, yang ada adalah harapan dan doa agar anak-anak bisa tumbuh dewasa, mandiri dan bahagia.
Tuhanku karuniailah aku seorang putra
Yang cukup kuat untuk mengetahui manakala ia lemah
Dan cukup berani untuk menghadapi dirinya manakala ia takut
Putra yang bangga dan tegar dalam kekalahan yang jujur
Dan rendah hati serta berbudi dalam kemenangan
Karuniailah aku seorang putra yang mengenal Engkau
Dan sadar bahwa mengenal diri sendiri adalah landasan pengetahuan
Bimbinglah ia, doaku bukan di jalan yang mudah dan mulus
Melainkan di bawah tekanan, kesulitan dan tantangan
Buatlah dia belajar tegar di dalam badai
Biarkan ia belajar bersimpati kepada mereka yang gagal
Karuniailah aku seorang putra yang hatinya bening
Yang cita-citanya tinggi
Seorang putra yang sanggup memimpin dirinya sendiri
Sebelum dia memimpin orang lain
Seorang yang akan menggapai masa depan tanpa melupakan masa lalu
Hingga aku ibunya, akan sanggup mengatakan
“ Hidupku tak sia-sia”

