/>

Semua Tentang Reni

July 29, 2006

MENGAPA SEMUA HARUS TERJADI

Filed under: Curahan Kalbu

Hari ini, tanganku mulai lagi ingin menulis blog, setelah sekian waktu blog
ini tidak kujamah. Yaa sejak kudengar, kulihat dan kubaca berita sedih
tentang kota wisataku yang hancur karena gempa dan gelombang tsunami.
Entah kenapa, mendengar berita itu tiba-tiba saja pikiranku beku, hatiku
kelu dan tanganku kaku, hanya air mata saja yang bisa kucurahkan.

Pangandaran, baru kemarin kunikmati kecantikan dan keindahanmu.
Lautmu yang biru menawan, nyiurmu yang tak henti melambai,ombakmu
yang selalu melantunkan nada-nada kerinduan, kini tiada lagi. Semua berubah
menjadi ratap tangis anak-anak yang kehilangan ibunya, ibu yang kehilangan
anak dan saudaranya.

Duuhh, masih adakah Pak dan Bu Sirun, pemilik pondokan? Di manakah Pak
Iman pengayuh perahu? Nek Ihat penjual durian di pantai Timur? Warung
Bu Yos penjual ikan bakar dan cah kangkungnya yang enak? Selamatkah
mereka semua? Mereka telah menjadi bagian dari keluargaku sejak lama.
Pangandaran tempat berlibur yang sangat menyenangkan, sejak aku kecil
tempat itulah yang selalu menjadi tujuan liburan. Kini semua hanya tinggal
kenangan, alam telah mengubahnya menjadi onggokan puing bangunan.

Ya..Rob, semua ini terjadi karena kehendakMu, karena kuasaMu, kami tidak
tahu hikmah apa yang ada di balik semua itu. Kami juga tidak tahu, apakah
semua ini teguran, peringatan atau azab? Kami hanya tahu, Engkau Maha Kuasa
atas segala yang Engkau kehendaki.

Ya..Rob, kami hanya mampu memohon dengan doa, apa pun itu, maafkanlah
kami semua, janganlah berpaling dari kami, jangan tinggalkan kami, ampuni
segala kesalahan dan kehilafan kami, hentikan air mata bangsa kami, jangan
Engkau biarkan Indonesiaku menangis lagi. Hanya kepadaMu kami memohon
dan hanya kepadaMu kami minta pertolongan.

July 14, 2006

Holiday In Pangandaran

Filed under: Curahan Kalbu

Sibuk…sibuk…sibuk , stresss….stresss…stress…he..he..he.., buat ngilanginnya
ya refreshing aja dulu, tempat yang asyikk buat refreshing ya Pangandaran.
Aku suka melihat laut, laut bagiku adalah kekuasaan Tuhan yang tidak ternilai.
Di sana kita dapat belajar bertafakur diri merenungi kebesaran Illahi.
Coba saja, Alloh memberikan kehidupan dari laut tiada habis-habisnya.
Tiap hari ikan berbagai jenis diambil, tapi sepanjang masa ikan itu tak pernah habis.

Aku jadi teringat ucapan Rosul, laut adalah lambang kehidupan. Bila kamu ingin
mengetahui bagaimana perbedaan kehidupan di dunia dan di akhirat, maka celup
kanlah tanganmu ke dalamnya, lihatlah air yang menempel di tanganmu itulah
kehidupan dunia, sedangkan air laut yang terhampar di hadapanmu itulah kehi-
dupan akhirat.

Bila kamu ingin menulis kekuasaan Alloh dengan air laut sebagai tintanya, maka
tak akan selesai kamu menuliskannya walau tiga laut digabung sekalipun. Alloh
Maha Besar. Siapa yang sanggup menandinginya? Siapa yang berani sombong di
hadapannya?

Di Pangandaran kita juga akan melihat para perempuan perkasa yang setiap hari
bergelut dengan air laut, bercumbu dengan bau amis ikan, berjemur di terik mata
hari. Matanya yang bersinar bila mendapat ikan yang banyak, ikut menghiasi senyum
dibibirnya. Mereka begitu bahagia walau yang didapat hanya ikan-ikan kecil.

Kita di sini bagaimana? Segala pekerjaan selalu uang yang jadi ukuran. Padahal
kita adalah abdi negara, kita tak perlu menentang gelombang untuk mendapatkan
uang, sambil tiduran pun kita pasti dapat uang. Yaahh mudah-mudahan semua ini
akan menjadi pelajaran untukku agar selalu bisa memeberikan yang terbaik untuk
negriku. Amiiiiinnnnn.

July 6, 2006

TIADA LAGI

Filed under: Curahan Kalbu

Tiada lagi yang kau cari di sini
Hati ini telah kau lukai
Lupakan saja kenangan denganku
Jangan lagi kau kembali padaku

Untuk apa kau kembali
Untuk apa kau sesali
Bukankah bahagia kau yang menodai
Biarlah kini kucoba mencari kasih pengganti
Di antara keping-keping hati ini

Biarlah kini, kucoba menyayangi
Sebuah nama penggantimu
Kuhapus sudah
Kenangan denganmu
Jangan lagi kau kembali padaku

July 4, 2006

DONGENG KEUR URANG AUSI

Filed under: Curahan Kalbu

Asa bungah ngadenge ki sobat jadi guru ngaji. leuh kayungyun pisan
keur bageur teh soleh bisa ngaji deuih! Eta teh langka keur jaman kiwari mah!
Enya jaman kiwari mah jaman edun tea, bet boro-boro ngawurukan batur,
ngahaja ngaji ge hese. Komo ieu bari jeung aya di nagara deungeun.
Mudah-mudahan aya rahmat ti Alloh keur ki sobat!

Hey Ki sobat! Kuring boga dongeng yeuh! Omat ulah diseungseurikeun nya?
Kieu cenah dongengna teh. Aya hiji jelema jahat rek ngadon maok ka imah
haji. Jalanna teh ka para da ambeh rikip. Barang geus aya di para, kabeneran
haji teh keur ngobrol jeung anakna parawan geulis anu geus meujeuhna di
kawinkeun. Eta si parawan teh aya ku nurut sagala kumaha bapa. Tah ceuk
haji teh kieu, ” Nyai anaking, bapa mah hayang boga minantu teh ka nu bisa
ngaji, ngarah aya tuturkeuneun nyai jaga!” ari ceuk si nyai teh, sadaya-daya
abdi mah ngiringan kumaha bapa wae.

Tah barang ngadangu kitu teh si jelema anu rek niat jahat tea, jadi teu jadi.
Manehna mikir, dari pada jadi maling mending jadi minantu pa haji, ngan
kumaha carana nya? Enya da rumasa manehna teh teu bisa ngaji!

Tah isukna si jelema teh datang deui ka imah Pa Haji, gaya naker pakeanana
teh, malah make sorban sagala. Tuluy unjuk salam, atuh reuwas Pa haji teh
aya semah anyar panggih, tapi barang nu datang ngabejakeun pamaksudanana
mah nya atoh we nu aya Pa haji teh. Geus kitu mah teu loba carita, der wae
di tes ngaji. Ana tereleng teh quro meni ngeunaheun pisan sorana teh. Ngan asa
beda kadengena. Kieu cenah ngajina teh

” Ayya sallam, serreh bumbu hayyamm kabirro. Tirillling ka pacilingan manggih
kaddaall maaoott, ayya pa hajji tumpakk kudda nna hulluunna” karek oge sakitu
gorowok teh pa haji ngagorowok, naha eta ngaji teh bet kitu? Ti pasantren mana
ari anjeun? Ditanya kitu teh si bangsat kalah ka ngahuleng, bingung pijawabeun.
Karunya nya ari nu teu bisa ngaji! Teu kacaritakeun ditarima henteuna mah tah
si bangsat teh, ngan ieu mah pieunteungeun keur urang yen hirup teh teu cukup
ngan ukur nyeuseup hawa, tapi sakumaha pidawuh Alloh yen urang diciptakeun
teh teu aya sanes iwal keur ibadah!

Tah Ki Sobat, sakitu dongeng ti kuring! Matak kacida bagjana anjeun mah, bisa
ngaji sanajan ngan saukur apal alip bingkeng ceuk paribasana, tapi eta elmu teh
diamalkeun deui ka batur, eta teh bakal jadi obor jaga keur urang. Cag ah!

PESAN UNTUK ANAK-ANAKKU

Filed under: Curahan Kalbu

Selamat untuk kalian semua yang telah sukses menempuh ujian nasional
dengan hasil yang sangat memuaskan sehingga mampu mengangkat peringkat
sekolah kita dari nomor 7 ke nomor 3 se-Kota Cimahi, dengan klasifikasi
Nilai A untuk Bahasa Indonesia, Matematika dan B untuk Bahasa Ingris.

Semoga semua itu akan menjadi hadiah yang terindah bagi sekolah. Hanya
perlu kalian pahami, itu belum apa-apa, masih panjang jalan yang harus
kalian tempuh. kalian masih harus berjuang dalam PSB di SMA yang kalian
tuju. Kami berharap kalian pun bisa sukses masuk ke SMA pilihan.

Bagi kalian yang belum berhasil, tidak perlu berkecil hati. Tuhan punya
rencana lain yang lebih baik untuk kalian, bersabar dan tabahlah. Percayalah
semua itu pasti ada hikmahnya. Mudah-mudahan semua itu akan memicu
kalian untuk lebih giat lagi belajar di tahun mendatang.

Selanjutnya, ini pesan dari ibu, mewakili guru-guru kalian, camkanlah!
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang
Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya
dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya
dan langit serta pembinannya, dan bumi serta penghamparannya dan jiwa serta
penyempurnaannya, maka Allah mengilhamkan jiwa itu kefasikan dan ketakwaan
sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu dan sesungguhnya
merugilah orang yang mengotorinya. ( Asy - Syam : 1 s.d. 10 )

Anak-anakku, jadikan ayat di atas sebagai landasan hidupmu! Di mana pun kalian
berada. Bumi tempatmu berpijak adalah jalan menuju masa depanmu. Ilmu yang
kalian peroleh adalah obor penerang langkahmu. Kami tahu, saat ini kalian hanyalah
setitik air tapi kami yakin di suatu hari nanti, kalian akan menjadi gelombang yang
mampu menghancurkan batu karang atau apa pun yang merintangimu untuk maju!

Jadilah kalian semua manusia-manusia terdepan dalam sejarah bangsamu di masa
yang akan datang. Ukirlah di relung jiwamu yang paling dalam sebaris nama terpenting
dalam hidupmu, yaitu orang tua, guru, saudara, sahabat, teman dan almamatermu!
Selamat jalan Nak, doa kami menyertaimu! Jadilah kalian orang yang berguna
bagi bangsa, negara, agama, terutama sekali bagi dirimu sendiri!

SELAMAT UNTUK KALIAN SEMUA

Filed under: Curahan Kalbu

Di tengah sibuknya acara pesta perpisahan, tiba-tiba Renisa datang padaku
membisikkan sesuatu, aku tertawa, ya..ya…ya… terimakasih Renisa, tentu
saja ibu tidak lupa. Iya dong hadiah itu pasti ada dan telah ibu siapkan. Hanya
ibu belum menghitung berapa orang dari kelas 3A, B, dan C yang mendapat
nilai 9 dalam ujian nasional kemarin.
Naahh baru hari ini ibu dapat datanya dengan jelas. Inilah dia :

1. Dhita Metriana 3b 9, 60
2.Renisa Azi Maulina 3b 9, 40
3.Reni Marliana 3b 9, 20
4.M. Reyhan Artha 3A 9, 20
5.Shenny Ris Agustin 3C 9,20
6.Arieny Dwiayaningsih 3A 9,20
7.Icah Cahyati 3C 9,00
8.Hikmat Faizal 3C 9,00
9.Anggun Dwi Cahyani 3C 9,00
10. Danny Agustrian 3A 9,00

Selamat ya, hadiah bisa kalian ambil pada tanggal 12 Juli, pukul 08.00 di ruang guru.
Ditunggu ya sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaanngggggggggggg.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com