MENGAPA SEMUA HARUS TERJADI
Hari ini, tanganku mulai lagi ingin menulis blog, setelah sekian waktu blog
ini tidak kujamah. Yaa sejak kudengar, kulihat dan kubaca berita sedih
tentang kota wisataku yang hancur karena gempa dan gelombang tsunami.
Entah kenapa, mendengar berita itu tiba-tiba saja pikiranku beku, hatiku
kelu dan tanganku kaku, hanya air mata saja yang bisa kucurahkan.
Pangandaran, baru kemarin kunikmati kecantikan dan keindahanmu.
Lautmu yang biru menawan, nyiurmu yang tak henti melambai,ombakmu
yang selalu melantunkan nada-nada kerinduan, kini tiada lagi. Semua berubah
menjadi ratap tangis anak-anak yang kehilangan ibunya, ibu yang kehilangan
anak dan saudaranya.
Duuhh, masih adakah Pak dan Bu Sirun, pemilik pondokan? Di manakah Pak
Iman pengayuh perahu? Nek Ihat penjual durian di pantai Timur? Warung
Bu Yos penjual ikan bakar dan cah kangkungnya yang enak? Selamatkah
mereka semua? Mereka telah menjadi bagian dari keluargaku sejak lama.
Pangandaran tempat berlibur yang sangat menyenangkan, sejak aku kecil
tempat itulah yang selalu menjadi tujuan liburan. Kini semua hanya tinggal
kenangan, alam telah mengubahnya menjadi onggokan puing bangunan.
Ya..Rob, semua ini terjadi karena kehendakMu, karena kuasaMu, kami tidak
tahu hikmah apa yang ada di balik semua itu. Kami juga tidak tahu, apakah
semua ini teguran, peringatan atau azab? Kami hanya tahu, Engkau Maha Kuasa
atas segala yang Engkau kehendaki.
Ya..Rob, kami hanya mampu memohon dengan doa, apa pun itu, maafkanlah
kami semua, janganlah berpaling dari kami, jangan tinggalkan kami, ampuni
segala kesalahan dan kehilafan kami, hentikan air mata bangsa kami, jangan
Engkau biarkan Indonesiaku menangis lagi. Hanya kepadaMu kami memohon
dan hanya kepadaMu kami minta pertolongan.
