/>

Semua Tentang Reni

October 17, 2006

SELAMAT JALAN KANG ATE

Filed under: Curahan Kalbu

Batas antara kehidupan dan kematian sangat tipis.
kemarin kita masih bisa tertawa, hari ini kita menangis.
gemerlapnya keindahan dunia kadang membuat kita lupa
seolah kita akan hidup untuk selamanya. Padahal Sang Maut
setiap saat siap memanggil siapa saja yang sudah sampai waktunya.

Kang Ate, seorang teman dan sahabat yang sudah kuanggap sebagai
kakakku sendiri telah berpulang ke Rahmattulloh, pada hari Minggu
15 Oktober, pukul 3 pagi. Innalillahi wainaillaihirojiun.

Ya Rob, seandainya bukan iman dihati yang menerima semua ini
mungkin aku akan berteriak padaMu, Teganya Engkau mengambil dia.
Tidakkah Kau lihat dia tengah berada di puncak karir? Tidakkah Kau
tahu anaknya yang masih butuh dia? Tidakkah Kau melihat banyak
orang di kota ini yang masih membutuhkan pemikirannya yang
jenius tentang cyber city? Dan tidakkah Engkau tahu betapa perihnya
hatiku kehilangan dia sahabat terbaikku? Ya Rob, maafkan aku, semua
adalah takdirMu.

Kini tiada lagi yang memanggilku ” Reni guru primitif”, ” Si Ontohod ”
“Si bedegong” atau ” Si bidadari cyber “, yang semuanya dia ucapkan
dengan penuh persahabatan dan kasih sayang. Kini tiada lagi teman
yang berjalan sambil memeluk pundakku, tiada lagi teman diskusi,
bercanda dan bertengkar yang selalu mengisi hari-hari ceriaku.

Ya Rob, air mata ini tida henti mengalir mengiringi kepergiannya.
Angin serasa diam ketika ombak dihati mulai resah, udara bertuba
menyesakkan dada. lidah yang kelu tiada henti berdoa. Ya Rob
terimalah dia di sisiMu, sayangi dia sebagaimana dia menyayangi
dan mencintai anak semata wayangnya yang masih kecil.

Tak ada setitik luka pun yang dia tinggalkan dihatiku. Justru akulah
yang mungkin sering melukai hatinya. Kedekatan kami
yang kadang tiada berjarak membuatku selalu mengusik dia.
Iya, kalau dia lalai solatnya, pulang terlalu malam karena betah
di ruang IT, banyak merokok atau makan makanan berlemak.
Semua itu kulakukan karena aku sangat menyayanginya. Maafkan
aku Kang atas semua kelancanganku.

Jabatan tangan yang kusampaikan sebagai ucapan selamat
waktu dia akan pergi ke Cianjur mengikuti pelatihan kepsek
karena dia telah lulus seleksi kepsek di Tk provinsi. Tak ku
sangka itu merupakan jabatan tangan terakhir untuknya.

Masih kuingat waktu itu, dia memandangku lekat-lekat
kemudian berkata ” Jada dirimu baik-baik, teruslah berjuang
percayalah, setelah aku kamu yang akan jadi kepsek”
Aku tersenyum dan berkata “Amiinn, sudahlah selamat jalan,
jadilah peserta terbaik! Jangan lupa, kalau dah jadi kepsek
pindahkan otak jeniusmu padaku. Jadi kepsek kan nggak
usah pinter-pinter banget!”

Itu adalah percakapan kami yang terakhir! Hipertensi membuat
dia tidak berdaya melawan maut. Selamat jalan Kang Ate, walau
jarakmu kini milyaran kecepatan cahaya dariku, namun tak akan
membuaku melupakanmu. Namamu kan terukir indah abadi
di hatiku di hati semua teman-temanmu dan juga murid-muridmu.
Kau tetap sahabatku, saudaraku, kakakku dan teman seperjuangan
yang sama-sama mencintai pendidikan. Ya Rob,berilah aku
kekuatan agar bisa meneruskan perjuangannya dalam
mencerdaskan anak bangsa. Selamat jalan sahabat…..

8 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://renik.blogsome.com/2006/10/17/selamat-jalan-kang-ate/trackback/

  1. Innalilahi wa inna illaihi rojiun. yah itulah yg namanya kematian, yg mana kita tidak tahu kapan akan datang.. Semua akan menuju kesana………..

    Comment by fz — October 17, 2006 @ 5:37 am

  2. bu. paz desty baca curahan kalbu tentang (Almarhum) pa Ate, Desty jadi ikut sedih….
    seua orang yang baca pasti ikut terlarut dalam kesedihan,, karena menurut desty, curahan kalbu itu bener2 menyentuh hati,.,. desty suka bu sama curahan kalbu milik ibu….
    mudah2an Almarhum ditempatkan disisi ALLAH SWT (amin),,,
    Dan semoga semua yang di tinggalkan oleh Almarhum diberi kesabaran, termasuk ibu.

    Comment by Desty 9c — November 1, 2006 @ 5:53 am

  3. ass.
    saya amat sedih dan terharu ketika saya melihat posting ibu ini. tentunya semua orang tak terkecuali saya amat sedih dengan kepergian alm bapak ate, saya amat menyayangkan kepergian alm bapak ate yang begitu cepat. karena tadinya saya pikir kepala sekolah yang baru nantinya adalah alm bapak ate, tapi ternyata ajal telah menjemput. selamat jalan bapak ate…

    Comment by reisa akhmad 9B — November 3, 2006 @ 6:39 am

  4. ass.
    saya amat sedih dan terharu ketika saya melihat posting ibu ini. tentunya semua orang tak terkecuali saya amat sedih dengan kepergian alm bapak ate, saya amat menyayangkan kepergian alm bapak ate yang begitu cepat. karena tadinya saya pikir kepala sekolah yang baru nantinya adalah alm bapak ate, tapi ternyata ajal telah menjemput. selamat jalan bapak ate…

    Comment by reisa akhmad 9B — November 3, 2006 @ 6:40 am

  5. ass.
    saya amat sedih dan terharu ketika saya melihat posting ibu ini. tentunya semua orang tak terkecuali saya amat sedih dengan kepergian alm bapak ate, saya amat menyayangkan kepergian alm bapak ate yang begitu cepat. karena tadinya saya pikir kepala sekolah yang baru nantinya adalah alm bapak ate, tapi ternyata ajal telah menjemput. selamat jalan bapak ate…

    Comment by reisa akhmad 9B — November 3, 2006 @ 6:42 am

  6. Saya sangat berduka cita atas meninggalnya (Almarhum)Bapa Ate. Sayang sekali, saya belum pernah diajar oleh beliau. Dan saya yakin murid2 yg diajar oleh beliau akan merasa sedih bila mengetahui hal ini. Ibu pernah bercerita di 9-A bahwa murid2 diajar oleh Alm. Pa Ate pasti merasa gembira, tidak boring, dll pokoknya menyenangkan.Meskipun saya belum pernah diajar oleh beliau. Tapi beliau sangat suka bergurau selagi ada di ruang IT. Mengenai curahan kalbu yg dibuat oleh ibu, bener2 menyentuh sampe saya ingin nangis(dikit sih). Kata2nya membuat semua orang yg membacanya ikut sedih. Salut buat Ibu, bisaan ngebuatnya. Semoga dosa2 Alm. Pa Ate diampuni oleh Allah dan diberikan tempat terbaik di sisinya.Amin.

    Comment by bObbY 9-A — November 9, 2006 @ 12:14 pm

  7. Terimakasih atas tanggapan semuanya. Mudah-mudahan Pak Ate diterima amal ibadahnya. Amiiinnn

    Comment by reni — November 11, 2006 @ 1:22 am

  8. Saya turut berduka cita atas meninggalnya pak Ate dan ibu Dedeh, semoga arwahnya diterima di sisi Allah SWT.

    Comment by Imam Abdul Mazid — November 12, 2006 @ 3:26 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com