DUH AA GYM
Gara-gara Aa Gym menikah lagi, suasana sekolah jadi heboh. Di kelas anak rame
di ruang guru ribut, tetangga pada ngrumpi, di internet seru! Wah…Sensasi selebritis
seperti biasa selalu menggemparkan media massa dan pasti saja mengundang opini
massa yang pada akhirnya melahirkan polemik berkepanjangan.Semua pada
bertanya setuju atau tidak tentang poligami dan kisah poligami pun jadi naik daun.
Aku juga tidak lepas dari pertanyaan setuju atau tidak setuju pada poligami.
Percaya atau tidak, semua telunjuk menuding padaku, ketika jawabanku
adalah setuju! Ya habis mau bagaimana lagi? Memang ajaran agama kita
membolehkannya. Teh Ninih saja setuju.Jadi urusan Aa menikah lagi
ya aku setuju saja, aku percaya kok walaupun Aa menikahi wanita lain,
cintanya pada Teh Ninih tak akan berkurang. Bahkan akan lebih baik bila
langkah Aa diikuti oleh para santrinya.
Aneh ya? Tak perlu heran, jawabannya simpel saja,
untuk perbaikan sumber daya manusia!Mudah-mudahan saja anak-anak
yang dilahirkan dari suami istri yang soleh, akan jadi manusia yang berahlak baik.
Maaf di sini kita tidak berbicara masalah perasaan yang sifatnya sangatsubyektif.
Ada hal yang lebih penting dari itu yang tak lain adalah generasi penerus bangsa.
Kita sudah muak melihat kezaliman, kejahatan dan perjinahan
merebak di mana-mana. Teh Ninih dengan segala ketegaran hatinya
mendobrak tirani hati, berjihad di jalan Alloh. Aku tahu hati Teh Ninih hancur,
tapi aku percaya Teh Ninih berusaha sekuat hati untuk mencintai Alloh dan Rasul
di atas segala-galanya. Semoga Teh Ninih diberi ketabahan. Aa juga semoga
diberi kekuatan karena apa yang Aa lakukan merupakan bagian dari dawah.
Bagaimana bila ada pertanyaan, setujukah bila suamiku menikah lagi?
Jawabanku adalah boleh saja asal jelas alasannya. Suami boleh menikah lagi
bila istrinya tidak mampu melayani, keluar dari agama islam, tidak mempunyai keturunan,
punya penyakit yang sulit disembuhkan,lebih memetingkan karir dari pada keluarga.
Nah dan banyak lagi syarat lainnya.Walau begitu ya aku akan berdoa,
semoga saja nasibku seperti Siti Khodijah, yang sampai akhir hidupnya
selalu menjadi satu-satunya istri Rasululloh yang sangat dicintai.
Sampai Rasul berkata betapa hancur hati Beliau ketika ditinggalkan Siti Khodijah.

BANYAK ORANG MENGARTIKAN NIKAH LEBIH DARI SATU UNTUK MENGIKUTI SUNAH ROSUL. COBA KITA SIMAK TULISAN DIBAWAH INI.
PERKAWINAN ROSUL LEBIH DARI SATU ITU, SETELAH ISTRI YANG PERTAMA MENINGGAL KEMUDIAN MENIKAH DGN BEBERAPA WANITA KARENA PADA WAKTU ITU ISLAM BELUM KUAT. MENIKAHI ANAK2 SAHABAT BELIAU DENGAN TUJUAN KARENA UNTUK MEMPERKUAT PERSAHABATAN DGN SAHABAT2NYA YG SELALU MENDAMPINGI BELIAU UNTUK MENEGAKKAN ISLAM. KEMUDIAN BELIAU MENIKAHI WANITA2 YG SUAMINYA GUGUR DI MEDAN PERANG, INI UNTUK MENGANGKAT DERAJAT KAUM WANITA DAN MEMPERKUAT KEIMANANYA THD ISLAM KARENA PADA WAKTU ITU ISLAM MASIH LEMAH DAN MENOLONG ANAK2 YATIM. ROSUL MENIKAHI WANITA TIDAK MEMANDANG SOAL KECANTIKAN, KEDUDUKAN, MARTABAT,DAN USIA. KEMUDIAN BELIAU MENIKAHI WANITA2 DARI GOLONGAN MUSUH2 ISLAM,DENGAN TUJUAN UNTUK MENGHENTIKAN PERSELISIHAN DIANTARA DUA GOLONGAN YANG BERMUSUHAN. KEMUDIAN ADA PERNIKAHAN ROSUL KARENA WAHYU DARI ALLAH, YAITU UNTUK MENIKAHI BEKAS ISTRI ANAK PUNGUTNYA. SUPAYA MEMBERI PENGETAHUAN KE ORANG2 QURESY BAHWA ANAK PUNGUT TIDAK SAMA DENGAN ANAK BENER. TUH ROSUL MENIKAHI BANYAK WANITA DENGAN ALASAN2NYA YG MASUK AKAL. TAPI UNTUK AJENGAN JAMAN SEKARANG MENIKAH LAGI ITU DGN ALASAN APA?, PUNYA ISTRI SUDAH CANTIK, SOLEHA, BAIK, SETIA, DAPAT MELAHIRKAN BEBERAPA ANAK, DAPAT MELAYANI SUAMI MENURUT ATURAN YG ALLAH TENTUKAN. APA LAGI YANG DICARI???????? KATANYA DARI PADA TTM MANGKANYA LEBIH BAIK NIKAH, SAYA HERAN KENAPA KOK ADA AJENGAN TAHU TTM? SEDANGKAN AJENGAN SELALU MEMBERI DAKWAH KEPADA JAMAAHNYA UNTUK BELAJAR JANGAN MENGIKUTI HAWA NAFSU, BERSABAR, BERSYUKUR,BERTAQWA DLL.
MAAF KEPADA YG TIDAK BERKENAN TULISAN SAYA INI. SAYA MOHON MAAF YG SE-BESAR2NYA?
Comment by Fz — December 6, 2006 @ 12:18 pm
Betul Fz, tapi bukankah zaman sekarang ini sudah kembali lagi ke zaman jahiliah? Banyak anak yang lahir tanpa ayah, banyak bayi yang dibuang ke tempat sampah, ini karena apa, karena opini masyarakat tentang poligami selalu jelek, sementara kaum adam semakin dininabobokan oleh tayangan-tayangan fulgar yang bisa dilihat di mana saja, wanita dijadikan objek yang menguntungkan. Akibatnya derajat wanita betul-betul terpuruk. Nah dengan adanya poligami tentu hal itu akan bisa dikurangi, asal tentu saja sesuai dengan syarat dan keadilan. Bila tidak, ya itulah yang ada hanya kehancuran.Maka untuk masalah ini siapa yang pertama harus memberi contoh? Tentu saja para ulama yang benar-benar mampu dan bisa melaksanakannya. Memang resikonya besar sekali karena bisa saja disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan bisa saja dijadikan legalisasi. Makanya dalam urusan ini perlu kiranya ada campur tangan pemerintah yang mengatur semua itu dengan cara yang bijak.
Comment by reni — December 7, 2006 @ 2:58 am