WAH…ADA APA DENGAN INTERNET
Internet! Media ini begitu mengglobal.
Teknologi komunikasi yang semakin marak dikenal masyarakat luas.
Media ini membuat dunia terasa semakin kecil. memang banyak yang kita
dapatkan dari internet, dari hal yang terburuk sampai hal yang terbaik
ada di media ini.
Aku jadi teringat tokoh Nirmala di majalah Bobo, peri dari Negri Dongeng itu
selalu mengabulkan permintaan Si Okky dengan kata abrakadabranya.
Atau tokoh Dora Emon yang selalu mengabulkan permintaan Nobita.
Mungkin hampir seperti itulah internet, membuat sesuatu yang tidak
mungkin menjadi mungkin
Ini salah satu contoh pengalamanku di dunia internet. Aku pernah
kehilangan semua dokumen karena seluruh komputer yang ada di sekolahku
terkena virus, sementara aku yang ceroboh tidak mengcopy data itu
pada flash disk maupun cd. Aku bingung, sedih, kecewa dan putus asa
bercampur aduk jadi satu. Akhirnya aku termangu mirip orang bego.
Untunglah aku segera teringat sahabat mayaku yang paling setia
mereka berada di Ausi dan Osaka. keduanya selalu ingin tahu apa
yang ada dalam file aku, dan aku selalu mengirimkannya, sampai urusan
arsip pun mereka selalu ingin tahu. keduanya selalu menyimpan dataku.
Kucoba menghubungi keduanya, subhanallaah hanya dalam waktu
sepuluh detik semua dokumenku kudapatkan lagi.
Aku juga pernah kebingungan karena mendapat job jadi pemandu acara
untuk acara pernikahan ,harus dalam bahasa ingris. Kembali aku minta
tolong pada sahabatku di Ausi untuk dibuatkan naskahnya. Ya Tuhan,
terimakasih, ternyata media ini mampu menjalin silaturahmi
Mereka semua begitu baik, padahal kami belum pernah bertemu.
Hanya sayang…,masih ada orang yang beranggapan, internet identik
dengan chatt. Sementara chatt dikonotasikan dengan hal yang berbau
negatif. Bahkan ada yang mengatakan chatt sarana yang paling efektif
untuk perselingkuhan, pergaulan bebas, dan hal lain yang kurang baik.
Bahkan ada yang lebih parah lagi, chatt adalah jalan termudah
untuk menuju neraka. Sekeji itukah tanggapan orang terhadap chatt?
Atau asumsi itu mengemuka karena ketidaktahuan dalam teknologi?
Akhirnya muncul sikap menutupi kebodohan dengan antipati.
Memang tidak menutup kemungkinan chatt bisa berdampak negatif,
namanya juga komunikasi antar personal di dunia maya, yang tidak
terikat oleh etika dan tatakrama seperti halnya di dunia nyata.
Pasti berbagai kemungkinan bisa terjadi karena di dunia maya juga
banyak berkeliaran Pa Aya, Si Aya dan Bu Aya maya. tapi semua
itu kembali pada kepribadiannya masing-masing.
Bila memang dasar pribadinya buruk ya tanpa chatt juga tetap saja
nggak bener. Contohnya, apa semua koruptor itu chatter?
Apa semua pembunuh, perampok, pemerkosa dan tukang
selingkuh itu chatter? Yahh seharusnya sebelum berargumentasi
mengadakan studi kasus dulu tentang berapa persen dari kejahatan
yang terjadi yang dilakukan oleh para chatter mania. Populasinya
bisa diambil dari warnet-warnet yang ada dan dari data kepolisian.
Nah.. kembali lagi ke internet, lalu bagaimana kita menghadapi
dan menangkal hal negatif yang muncul di media ini? Ah….ingat saja
ucapan masternya ESQ Kang Ari Ginanjar. Kata beliau teknologi
secanggih internet harus kita hadapi dengan jiwa Laillahaillalloh.
Benar sekali, selama itu yang jadi pegangan kita, di dunia mana pun
kita berada, pasti kita akan selamat. Karena Dia melihat kita
di mana pun kita berada.
Akhirnya, selamat berkelana di dunia maya, hai para chatter mania!
