SURAT TERBUKA UNTUK NEGRIKU
Selamat pagi negriku. Kukirim peluk ciumku untukmu.
Peluk cium keprihatinan, atas musibah yang terus-terusan menimpamu.
dalam tiga tahun terakhir ini.
Bencana alam di mana-mana,gunung meletus, angin ribut, tanah longsor,
banjir dan gempa bumi. Tak cukup hanya itu kapal jatuh dan tenggelam
di lautanmu. Jerit tangis dan air mata tak terbendung lagi. Ibu pertiwi
benar-benar sedang berduka.
Ya Alloh, adakah sesuatu yang ingin Engkau ungkapkan di balik semua
ini? Negri yang elok bak jamrud khatulistiwa kini hilang tiada makna.
Padang meradang, Bandung mengeluh, Jakarta hampa, Kalimantan
merana, Sumatra sengsara. Negriku kini kelam tanpa makna.
Merah putih hanya tinggal warna, burung garuda tak lagi berwibawa
Seakan hilang ditelan masa. Di mana harga diri bangsa? benarkah tercampak
dikaki amerika? Atau semua terjadi karena banyaknya dosa?
Pornografi di mana-mana, benar salah menjadi samar, zinah dan aib
merajalela. Hukum tak lagi padu karena berpihak pada yang mampu.
Para pemuka negri lantang berteriak membela rakyat, tapi gemanya tidak ada.
Kandas tenggelam diteln nafsu angkara. Harta dan jabatan menjadi dewa.
Jihad hilang dari jiwa, yang ada hanya haus dahaga untuk mendapatkan
harta,tahta dan wanita.
Ya Tuhan, bila begini jadinya, pantaslah Engkau murka. Negriku yang subur
makmur Kaujadikan hancur lebur. Itu kan janjiMu dalam Alquran.
Kaumusnahkan umat durhaka dan menggantinya dengan yang lebih baik.
Ya Alloh apakah aku termasuk umatmu yang salah juga?
Ampuni aku Ya Robb, lindungi aku dan keluargaku dari panasnya api
neraka.
