/>

Semua Tentang Reni

March 23, 2007

REUNI

Filed under: Curahan Kalbu

Hari Sabtu pukul 13.00, aku kedatangan tamu.
Ternyata tamu istimewa yang sudah sekitar 28 tahun tidak bertemu.
Dia sahabatku Ros! Gembira campur haru dan heran, ada apa gerangan.
Ternyata Ros menyampaikan undangan reuni kelas, untuk hari Minggu
tanggal 18 Maret pukul 08.00, kumpul di rumah Eli. Acaranya di Cikalong
di tempat kami Of Campus Teaching 28 tahun lalu. Ros, mewanti-wanti
pesan semua teman, agar aku bisa hadir, apa dan bagaimana pun caranya.
Subhanallah, ini luar biasa, tak terasa air mataku menitik, ternyata mereka
semua masih ingat aku, padahal waktu 28 tahun telah memisahkan kami.

Tak sabar,sore harinya, undangan itu kusampaikan pada suamiku, sekalian
minta izinnya karena undangan itu hanya untukku sendiri. Di luar dugaan
suamiku terlihat kurang setuju aku datang. Polemik pun terjadi dan keputu
sannya aku tidak boleh datang karena bentrok dengan arisan keluarga. Aku
beralasan, arisan keluarga itu tiap bulan tapi acara reuni tidak tiap tahun.
Aku ingin sekali bertemu dengan teman-teman sekelasku dulu. Suamiku
tetap tak mengijinkan. Kudesak alasannya apa, jawabannya singkat saja
” CARI PENYAKIT” Lho? Kok gitu sih? Haa..aaa aku tahu! Pasti dia masih
ingat pada seseorang di kelasku dulu, yaitu Si Bintang Pelajar, juara umum
sekolah sekaligus mantan ketua OSIS, yang sangat mengharapkan aku jadi
kekasihnya. Ya pasti itu alasannya.

Konyol! Itu kan 28 tahun lalu dan kini aku juga sudah tua, masa masih dicemburui!
Akhirnya karena aku maksa terus, aku pun diijinkan pergi, dengan syarat pukul
3 sore sudah harus pulang. Ooo bahagianya, kucium tangan suamiku.

Minggu pagi, dengan diantar Dika, aku pergi ke rumah Eli. Aku datang
terlambat setengah jam. Begitu tiba, yang pertama memberi senyuman dan
pelukan hangat adalah dia si mantan ketua osis, yang sekarang sudah menjadi
orang penting di sebuah perguruan tinggi negri di kota Bandung. Kata teman
teman, dia sangat gelisah sampai-sampai menungguku di pinggir jalan.

Tak bisa kuceritakan, jerit dan tangis bahagia tercurah dalam pelukan teman-
teman yang sekian puluh tahun berpisah. Rusmiati, Yuyu, Ike, Yeti, Eny, Ratna
Cucu, Ros, Abdul, Eli , Yani, dan Si Mantan Ketua Osis, Budiamin. Mereka semua
menjerit ketika melihat aku ” Si Reni, teu kaci siah! Reni mah meni teu robah!”

Oh, benarkah aku tidak berubah? Benarkah Sang waktu tak sanggup menjadikanku
teletubis seperti teman-temanku yang lain? Aaahhh…senangnya aku.

Selesai acara kangen-kangenan, kami pun menuju lokasi pertemuan di Cikalong.
Dua mobil membawa kami ke sana, mobil Abdul dan Budiamin. Sepanjang jalan
ramai oleh cerita dan lagu nostalgia Ebiet G Ade yang mengalun merdu dari
tape mobil. Duuuuhhh senangnya serasa waktu mundur kembali ke 28 tahun
silam.

Pukul 10.30, kami sampai di lokasi. ternyata di sana sudah menunggu pula teman
teman lain. Rohyani, Nani, Een, Mae, asep dan banyak lagi yang lainnya. peluk
cium pun terjadi lagi. Semua larut dalam kebahagiaan nostalgia masa remaja.

Selanjutnya acara curhat cerita dan doa bersama untuk para guru dan 6 orang
teman sekelas kami yang sudah tiada. Yaitu Dedi, Ikin, Adang, Rina, Euis, dan
Dadan. Sementara guru yang yang sudah tiada adalah Pak Nana Gunawan, Pak
Candrawan, Ibu Mimin, Pak Syaban, Pak suwarsa, Pak Dudu, dan banyak lagi.
Acara dilanjutkan dengan musik dan lagu yang diiringi keyboard.

Teman-teman memintaku menyanyikan lagu Es Lilin. Itu lagu kesayanganku
dulu.Dari lagu itu kurancang sebuah tarian yang dimainkan oleh anak-anak SD
kelas 6. Lalu mereka kuikutkan dalam festifal tari antar desa dan menang.
Bahagianya akui, betapa tidak, semua kulakukan sendiri dari merancang tari
busana dan make up. Aku jadi menangis mengingat semua itu.

Selanjutnya, Rohyani yang memandu acara sekaligus menyanyi. Suaranya
masih bagus seperti dulu waktu kami sering nyanyi di wc sekolah kalau
sedang dihukum guru. Sang mantan ketua Osis, minta Yani menyanyikan lagu
Benci tapi Rindu sampai tiga kali berturut-turut. Aku bertanya kenapa dia me-
minta lagu itu sampai tiga kali? Eh jawabannya mengejutkanku, katanya lagu itu
lagu kenangan kita. Kita? Berarti aku dan dia? Kapan dan di mana ya?

Dia memandangku, terlihat kekecewaan di wajahnya. Sungguh, aku tidak main
main, aku lupa. sementara baginya kenangan itu tidak bisa dilupakan sampai
mati sekali pun, begitu katanya.

Dia tidak bisa melupakan kenangan waktu kami berdua pergi ke kolam renang.
Berenang bersama, adu cepat. setelah itu mein kejar-kejaran di taman. Aku
berpakaian renang warna hijau lumut, waktu kejar-kejaran kakiku terpeleset
dia mengurutnya. kemudian dia menyisir rambutku yang panjang dengan
jari tangannya. Dari cafe kolam renang terdengar sayup-sayup lagu Benci
tapi Rindu. Itu ceritanya.

Ah, kenangan itu bagi dia begitu berkesan tapi aku sama sekali tidak mengi-
ngatnya karena dari dulu sampai saat ini, aku hanya menganggap dia sebagai
sahabat saja. Tidak lebih.

Aku jadi malu, kenapa dia punya kenangan denganku kala aku pakai baju renang?
Aku masih ingat model baju renangku minim semua. Duh malunya aku bila me-
ngingat semua itu.

Acara demi acara berlalu sudah. Sebelum berakhir teman-teman meminta aku
dan dia menyanyikan lagu Sepanjang Jalan Kenangan. Entah kenapa waktu kami
menyanyikan lagu itu, semua hening. ada yang menangis, tertunduk dan melamun.
Kami menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Mataku pun berkaca-kaca
terbayang bentangan jalan antara Jayagiri, Tangkuban Perahu dan Maribaya. Di
jalan itu kami semua beriringan dewngan ransel di punggung, tongkat di tangan,
Aku dan dia berjalan paling belakang, kubiarkan tangannya menggenggam tanganku.
Ada rintik hujan yang membasahi rambut dan ransel kami. Semua itu menambah
kebahagiaan dan kegembiraan acara kebut gunung antar kelas. Duh indahnya masa
remaja yang sudah 28 tahun direnggut waktu.

Tak terasa waktu telah sampai di ujung acara. Acara pun ditutup dengan sebuah
lagu Kemesraan. Kami pun pulang membawa kesan yang mendalam. Aku sampai
di rumah terlambat satu jam. Tak ada satu pun yang bertanya , bagaimana acara
temu kangenku. Mungkin tak perlu bertanya karena dari wajahku sudah terlukis
kebahagiaan. Aku bahagia dan bersyukur dapat hadir di acara itu. Semoga di lain
waktu kita bisa berkumpul lagi.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://renik.blogsome.com/2007/03/23/reuni/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com