PUISIKU, PUISI HATI
PUISIKU, PUISI HATI
Sendiri dalam sepinya malam yang diam.
Angin asyik bercumbu di pucuk daun jati
Lalu turun menyapa ombak, ikut bernyanyi dalam simfoni
Bias rembulan mengantar buih meniti pantai
Meniti hati
Tengadah wajahku pada bulan merah jambu
Mencari bayangmu pada purnama
Ah, senyum kecil pun tersungging di bibirku
Iya! Tak akan ada lagi bayangmu di sana
Kamu telah lama pergi dan tinggal di dalam hati
Dalam bait-bait puisi.
