MENGENALKAN KEKUASAAN ALLOH KEPADA ANAK
Anak adalah amanah dan rumah ada lah tempat mendidik yang akan
menjadi pilar pembentukkan jati diri anak. Nah, salah satu tugas yang cukup sulit
bagi orang tua adalah mengenalkan anak kepada Tuhannya.
Mengapa sulit? Ya, sulit karena anak lebih suka hal yang nyata,
sementara Alloh dan para malaikatnya bersifat ghaib.
Apa yang harus kita lakukan? Pertanyaan in i yang sering muncul
ketika aku menjadi ibu dari ketiga anakku, melihat anak-anakku tumbuh
dan bertanya tentang Tuhannya. Sungguh hal itu tak terpikirkan olehku di awal pernikahan.
Mungkin karena aku menikah pada usia yang masih sangat muda,
yaitu di usia 19 tahun kurang 3 bulan.
Aku pun mulai sibuk bertanya ke sana ke mari, khususnya kepada
para orang tua yang telah berhasil mendidik anak-anaknya menjadi anak yang soleh.
Kutanyakan pada mereka apa resepnya? Umumnya mereka menjawab sama yaitu sabar,
tawakal, da jadilah teladan bagi anak-anak kita.
Jawaban itu tidak membuat rasa ingin tahuku terpenuhi,
apalagi aku bukan termasuk orang tua yang sabar. Waaahhh jauh banget.
Trus anak-anakku kan akan hidup di jaman yang berbeda dengan anak-anak mereka.
Jadi aku harus belajar dengan metodeku. Inilah caraku.
Suatu hari, Ninoy anakku yang kedua, waktu itu baru berusia 5 tahun,
kudapati sedang duduk termenung di depan pintu rumah sambil
memandang burung-burung yang terbang di langit biru.
Dia bertanya padaku, ” Ma, katanya Alloh sayang padaku
tapi kenapa burung bisa terbang, aku nggak? ”
Aku termenung mendengar pertanyaan anakku lalu kucoba menjawabnya seperti ini,
” Alloh sangat sayang padamu, Alloh telah memberimu kepandaian yang lebih dari itu.
Kamu bisa menulis,berhitumg,membaca, menyanyi, main bola, main sepeda
dan banyak lagi hal lain yang bisa kamu lakukan dan tidak bisa dilakukan oleh burung.
Naahh kalau ditambah dengan bisa terbang, kasihan dong burung-burung itu,
mereka pasti lari ketakutan lihat Ninoy terbang. Ninoy kan endut.
Alloh juga kan sayang pada burung, Alloh tak mau melihat burung pada lari ketakukatan.
” Ninoy pun tertawa dan berkata, ” Alloh baik sekali ya?”
Di hari lain, Dika anakku yang kedua datang padaku suatu siang.
Waktu itu aku sedang membaca di tempat tidur, tiba-tiba Dika datang
dan duduk di atas perutku. ‘ Ma..Ma, dengar ma! ‘ Aku pun menyimpan buku yang kubaca.
Dia pun bercerita kalau dia telah berkelahi di sekolahnya dan dia menang
padahal lawannya empat orang. Dia bercerita sambil mencak-mencak di tempat tidur,
memperlihatkan gaya berkelahinya, waktu itu dia baru kelas 2 SD.
” Hayoo, siapa yang paling jago sekarang? katanya lagi.
Sebenarnya aku sudah pusing , setiap hari hanya berkelahi saja yang diceritakannya.
Makanya kujawab saja, ” Alloh yang paling jago!”
” Kan Alloh hanya ada dalam solat mah?”
” Alloh itu ada dalam segala hal, jago dalam segala hal dan tak ada
satu pun yang bisa mengalahkanNya” kataku.
Dia termenung kemudian bertanya lagi, ” Jago mana
dengan Batman, Superman dan google Five Ma? ”
” Alloh tak ada yang menyamainya!” kataku lagi
” Ma, dulu Alloh TK nya di mana? SD nya di mana?
Pindahkan Aa ke sekolah Alloh agar bisa jadi jagoan seperti Alloh!”
Aku terkejut mendengar pertanyaan dia, tak kusangka dia akan bertanya seperti itu.
dalam pikirannya Alloh itu sama seperti manusia. Aku bingung bagaimana harus menjawabnya.
Timbul penyesalan dalam diriku, kenapa aku harus berbicara
tentang Alloh pada Dika yang baru berusia 8 tahun?
Dika sangat kritis dan selalu ingin tahu, dia tidak akanberhenti bertanya
sebelum menemukan jawabanyang memuaskan dan bisa dipertanggungjawabkan.
” Mama tidak tahu kan di mana sekolah Alloh? Berarti mama bohong kan?
Yeehh mama bohong, mama bohong!” ” Mama, nggak bohong
Nanti mama ceritakan ya, sekarang Aa makan dulu ,terus tidur siang ya? ”
kataku menghentikan percakapan. Petanyannya terus mengganggu pikiranku,
malamnya aku memohon kepada Alloh agar dengansegala kekuasanNya
membantuku menjelaskan keberadaanNya pada pikiran anakku
dengan cara yang hanya Dia sendiri yang tahu. (more…)
