/>

Semua Tentang Reni

July 7, 2007

NONI

Filed under: Curahan Kalbu

Malam itu di ruang TV aku seolah merasa jadi terdakwa ketika Gita
bertanya kepadaku kenapa aku sekarang lebih betah duduk
di depan komputer dari pada ikut pengajian ibu-ibu ke mesjid
atau aktif kembali sebagai pengurus organisasi wanita di daerahku.
Kenapa aku lebih banyak menghabiskan waktuku di sekolah, padahal tak ada
sedikitpun kontribusi sekolah pada kehidupan keluarga. Itu kata Gita anakku.
” Ingat usia mama sudah kepala empat, mama harus lebih banyak berpikir
untuk bekal hidup nanti, bukan hanya menghabiskan waktu di sekolah,
main internet sampai pulang harus dijemput papa” sambungnya lagi
dengan penuh semangat.

Dilanjutkan kemudian oleh suamiku. Kata suamiku aku sudah bukan
aku yang dulu lagi Aku sekarang sudah menjadi cyber man. Lupa ngaji,
lupa berdawah,lupa kegiatan sosial. ” Tuh Si Elin yang dulu
mama tolong, sekarang jantungnya kumat lagi dan perlu dioprasi”.
“Rumah Sakit Harapan Kita di Jakarta sudah nggak sanggup lagi!”
katanya kemudian mengingatkan aku pada Ellin anak tetangga,
balita lucu yang klep jantungnya rusak. Ayahnya sopir angkot,
ibunya penjual kue keliling. Waktu itu Elin perlu uang banyak
untuk berobat, orang tuanya hanya bisa menangis. Aku sebagai
ketua PKK merasa berkewajiban untuk menolongnya.
Dalam rapat pengurus kukemukakan masalahnya, semua sepakat
untuk membantu. Akhirnya dibuatlah edaran untuk warga khususnya
yang mampu terutama untuk para pemilik toko swalayan dan salon
serta bengkel di depan rumah. Alhamdulillah terkumpullah uang
untuk pengobatan Ellin. Ellin pun sehat kembali dan sekarang sudah kelas 3 SD.

Bayangan Elin memudar, muncul Noni. Noni anak berusia 4 (more…)

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com