/>

Semua Tentang Reni

September 29, 2007

HARI YANG MELELAHKAN

Filed under: Curahan Kalbu

Hari Rabu tanggal 26 September kemarin, bertepatan dengan hari ke-15 Ramadhan,
merupakan hari yang sangat melelahkan bagiku. Sejak bangun sahur aku tidak bisa tidur
lagi karena harus menyelesaikan penulisan proposal kegiatan pelatihan peningkatan
kompetensi guru Bahasa Indonesia di Kota Cimahi yang rencananya akan dilak-
sanakan pada tanggal 25 Oktober mendatang.

Tepat pukul 7.30 pagi proposal itu kelar. Dengan terburu-buru aku pergi ke sekolah.
Orang yang pertama kucari adalah Kang UU, aku katakan padanya agar mengetik
proposal itu dan harus selesai pukul 13 siang. Setelah itu aku langsung masuk kelas,
mengajar sampai pukul 12 siang. Beres mengajar ke mushola dulu, setelah itu menge
dit buku panduan pesantren kilat. Buku itu harus segera dicetak danharus selesai hari
Jumat lusa. Selesai menu lis buku aku menulis email untuk seorang teman yang sudah
beberapa kali menanyakan tentang emailnya yang belum dibalas. Sambil menulis aku
membuka YM, wah ternyata teman-teman banyak yang sedang Ol. Mereka me-nyapaku,
aku pun haus menjawab lebih dari 10 PM yang muncul di layar monitor. Puyeng juga,
tiga orang teman langsung sign out ketika aku telat menjawab.

Sedang asyik chatt, hp ku berbunyi, Kang Aep ketua MGMP memintaku segera datang
ke pertemuan pengurus untuk presentasi proposal dalam musyawarah kegiatan.
Aku pun pamit pada semua teman mayaku. Pukul 14 akusudah berada di tengah-tengah mereka.
Pertemuan pun selesai pukul 15.30 dengan hasil akhir isi proposalku dterima.
Selesai pertemuan aku pun pulang.

Sampai di rumah pukul 16.30. Badan terasa cape. Istirahat sebentar, mandi terus sholat.
Aku tak melihat anak-anak di rumah katanya mereka semua ada acara buka bersama
dengan teman-temannya. Sementara makanan untuk ayah sudah ada yang menyiapkan.
Tinggal suamiku yang sulit makan kalau bukan aku yang masak tapi sepertinya suamiku
tak tega memintaku memasak untuknya dalam kondisi lelah seperti itu.
Akhirnya kami sepakat makan di luar.

Tempat yang kami pilih adalah warung Bu Imas di Jln. Kebon Kelapa tapi ternyata sudah penuh.
Kendaraan pun sulit parkir. Jadinya ya ke Ampera saja. Itu pun harus antri. Beres makan langsung
menuju Masjid Agung Bandung untuk sholat magrib.

Selalu ada kerinduan setiap memasuki Masjid Agung yang sekarang bernama Masjid Raya Bandung,
tempat dulu aku dan teman-teman ngabuburit. Masjid yang besar dan megah. Inilah rumah Tuhanku.
Sambil berjalan menuju ruang khusus wanita, mataku tak lepas memandang sekeliling,
tiba-tiba terpaku pada dinding masjid. Ada banyak kertas tertempel di sana. Penasaran kubaca,
di kertas-kertas itu tertulis : ” Hormatilah Kesucian Tempat Ini “, sementara tulisan yang paling
banyak adalah ” Dilarang Berpacaran di Dalam Masjid ” atau ” Mohon Tidak Berpacaran di
Dalam Masjid ‘ Aku jadi merenung , rasanya tak pantas tulisan seperti itu di pasang di masjid,
bagaimana kalau di baca umat lain? Sudah separah itukah moral remaja Kota Bandung?
Sampai-sampai masjid dijadikan tempat pacaran.

Ah , sampai juga di tempat sholat wanita, aku pun tersungkur di atas sajadah.
Tak terasa air mataku membasahi pipi, entah kenapa setiap salat di masjid itu
dan di atas sajadah hijaunya itu aku merasa ada di dalam pelukan Tuhanku.
Aku merasa betapa tak berartinya diriku di hadapanNya. Kuadukan semua
keluh kesahku, kumohonkan ampunan untuk semua dosaku. Aneh, ada rasa
enggan beranjak dari tempat itu, padahal dua kali sholat sunat bada dan qobla
magrib sudah kulakukan tapi aku belum mau beranjak juga kalau tak ingat suamiku
pasti sudah selesai solatnya dan menungguku di luar.

Benar saja, sederet omelan dan pertanyaan ditujukan padaku ketika aku sudah berada
di hadapan suamiku tapi aku pura-pura tidak mendengarnya, aku hanya tersenyum saja.
Aku tak peduli, aku hanya mendengar suara hatiku bernyanyi………………………………
DUHAI TUHAN, KU TAK PANTAS KE SURGAMU, NAMUN AKU PUN TAK KAN KUAT KE NERAKAMU
DOSA - DOSAKU BAGAI PEPASIR DI PANTAI, DENGAN RAHMATMU AMPUNKANLAH YA TUHANKU.

September 27, 2007

MENIKAH DARI SUDUT PANDANG SEORANG TEMAN

Filed under: Curahan Kalbu

Benarkah menikah didasari oleh kecocokan? Kalau dua-duanya suka musik, berarti ada gejala bisa langgeng.. Kalau sama-sama suka sop buntut berarti masa depan cerah…(That simple?……..)

Berbeda dengan sepasang sandal yang hanya punya aspek kiri dan kanan, menikah adalah persatuan dua manusia, pria dan wanita.  Dari anatomi saja sudah tidak sebangun, apalagi urusan jiwa dan hatinya. Kecocokan, minat dan latar belakang keluarga bukan jaminan segalanya akan  lancar.. Lalu apa?

Menikah adalah proses pendewasaan.  Dan untuk memasukinya diperlukan pelaku yang kuat dan berani. Berani  menghadapi masalah yang akan terjadi dan punya kekuatan untuk menemukan  jalan keluarnya.Kedengarannya sih indah, tapi kenyataannya?; Harus ada ‘Komunikasi Dua Arah’, ‘Ada kerelaan mendengar kritik’, ‘Ada  keikhlasan meminta maaf’, ‘Ada ketulusan melupakan kesalahan,dan  Keberanian untuk mengemukakan pendapat’., apalagi rangkaian mobil undangan  yang memacetkan jalan.Menikah adalah berani memutuskan untuk berlabuh, ketika ribuan kapal  pesiar yang gemerlap memanggil-manggil menikah adalah proses penggabungan dua orang berkepala batu dalam satu  ruangan dimana kemesraan, ciuman, dan pelukan yang berkepanjangan hanyalah bunga. Masalahnya bukanlah menikah dengan anak siapa, yang hartanya berapa,  bukanlah rangkaian bunga mawar yang jumlahnya ratusan, bukanlah  perencanaan berbulan-bulan yang akhirnya membuat  keluarga saling tersinggung, apalagi kegemaran minum kopi yang sama.

.Menikah adalah proses pengenalan diri sendiri maupun pasangan anda.  Tanpa mengenali diri sendiri, bagaimana anda bisa memahami oranglain…  ?? Tanpa bisa memperhatikan diri sendiri, bagaimana anda bisa  memperhatikan pasangan hidup…??Menikah sangat membutuhkan keberanian tingkat tinggi, toleransi sedalam samudra,serta jiwa besar untuk ‘Menerima’ dan ‘Memaafkan’.Kesalahan terbesar kita dalam memilih pasangan adalah kita lebih  mementingkan dengan siapa kita menikah bukan seperti apa orang yang akan  kita nikahi. Kita lebih melihat dari fisik orang  tersebut bukan kualitas orang tersebut.

September 19, 2007

MIU IKUT PUASA

Filed under: Curahan Kalbu

ini miu Marhaban Ya Ramadhan Bulan suci yang lama kunanti kini datang lagi, terimakasih Ya Rob kami dipertemukan lagi dengan Ramadhan. Walaupun Ramadhan tahun ini tak seindah tahun kemarin karena ibu tak bisa hadir lagi bersama kami. Ibu telah berpulang memenuhi panggilan-Mu di akhir bulan Juli kemarin, tepatnya pada tanggal 23. Rutinitas ramadhan yang selalu kurindukan adalah saat menyiapkan makanan untuk berbuka. Di saat itu kami menyatukan hati karena seluruh anggota keluarga terlibat langsung dalam urusan persiapan buka puasa. Suami bertugas membuat sambal dan sayur. Aku memasak makanan lainnya, membuat makanan pembuka dan Gita membuat makanan penutup. Dika dan Ninoy menyiapkan peralatan makan dan menata meja. Tamu kehormatan kami setiap hari yang harus kami jamu tiada lain adalah ayah. Satu-satunya orang tua kami yang masih ada dan tinggal di rumah kami. Beres berbuka puasa, dilanjutkan dengan solat isya dan tarawih berjamaah. Setiap hari ayah,suami dan anak-anak bergantian menjadi imam. Satu minggu sekali baru kami pergi ke masjid untuk berjamaah dengan tetangga karena satu minggu sekali suami mendapat jadwal menjadi imam di masjid. Ah semua berjalan begitu indah, terimakasih Ya Rob atas semua anugrah yang telah Kau berikan. Ramadhan kali ini ada anggota baru di rumah yang ikut mewarnai kebahagiaan kami yaitu hadirnya Miu yang kini usianya sudah 8 bulan. Miu, seekor kucing Persia yang sejak kecil hanya tahu kami sebagai keluarganya. Lucunya di bulan puasa ini dia ikut-ikutan berpuasa. Dia hanya mau makan kalau magrib dan sahur saja. Awalnya tidak kami perhatikan kelakuan anehnya itu. Bila waktu sahur dia ikut bangun terus ribut minta makanan khusus untuknya sesudah makan dia tidur lagi dan bangun pukul 3 sore kemudian nonton TV. Demikian pula bila sedang solat tarawih, Miu duduk di samping kami sampai solat selesai. Sejak itu, setiap menjelang imsak suamiku selalu mengajari Miu berdoa dengan menggendongnya dan menengadahkan kedua tangan Miu, lucu sekali, semua tertawa melihat semua itu. Kini aku jadi bingung, buat lebaran nanti, pakaian apa yang cocok buat Miu ya he..he..he….

PUISI DARI SEORANG TEMAN

Filed under: Curahan Kalbu

TAHUKAH KAMU

saat kutatap indahnya kamu
aku sangat terpaku melihatmu
terbius pesonamu yang memaksaku
dambakan hadirmu kala lintasi hariku

Tahukah kamu
hadirmu warnai hariku
tak pernah jemu, kupandangi kau slalu
layaknya pelangi kau indahkan cakrawala

Di mana aku tersenyum
bersama satu rasa yang tercipta
kuingin rasakan satu rasa ini

bukan hanya sebatas angan
oh pujaan hati, sudilah kamu
untuk ciumi wangi cinta ini
yang tersaji atas nama-Mu

AEP ISNEN, ISNEN USMAN?

Filed under: Curahan Kalbu

Poe Senen 3 September memeh puasa, waktu kuring keur laporan
hasil rapat ka kepsek, wakasek kurikulum neang, itu cenah aya
tamu nungguan titatadi sok tepungan heula.

Menta ijin heula ka kepsek tuluy gura-giru nepungan semah,
sugan teh saha, gening Ki Sobat Kang Aep ti SMP 6 ketua MGMP
mikeun ondangan. Isukan cenah poe salasa pukul satu beurang kumpul
di SMP 6 aya pertemuan pengurus. Kuring salaku sekretaris dina
kapangurusan MGMP Bahasa Indonesia Kota Cimahi wajib hadir.
Nya diheueuhan we. Bari nanyakeun kunaon meni nya ngagogog
nya mantog atuh kang Aep teh? Ah sono we hayang silaturahmi
pokna teh. Bageur puguh ge jeung hade gawe boga sobat teh.

Caritana poe Salasa, isuk-isuk memeh indit ka sakola
kuring geus sasadu ka nu jadi salaki, yen balik pasti rada telat
lantaran rek aya pertemuan di SMP 6.

Poe Salasa mah ngajar teh rada rineh da ngan dua jam
ngan teu kuhanteu atuh Pa Dana guru PKN menta tulung
pangmeunteunkeun presentasi barudak cenah,keur lomba forto folio
di tingkat kota. Paling teu bisa kuring mah nolak pamenta babaturan.
Nya nempo heula barudak di kelas, teu karasa geus pukul 12.30.
Atuh gura-giru heula ka mushola Beres solat teh geus pukul 12.50.
Walaaahhh kana kabeurangan jigana mah. Mangkaning Si Dede
purah untar anteur ,keur riweuh nya tungtungna mah kana angkot we indit teh.

Di jalan macet, da keur meujeuhna baralik ti kantor atuh wayah kitu mah.
Teretet hp disada , Aep nelepon keur di mana cenah. Dijalan cekeng teh.
Buru! Kawas tumpak kuyawae, didagoan di cafe merdeka jln. Gatot Subroto!
Kuring reuwas, naha bet di cafe merdeka? Pan dina ondangan ge di SMP 6
gempungan teh. Ah teu loba carita, hareupeun cafe Merdeka kuring turun.
Sup asup ka jero cafe,luak-lieuk neangan babaturan,
pek teh dijuru keur ngawarangkong.

Sanggeus uluk salam, gek diuk gigireun maranehna.
Aya Pa Didi wakil ketua ti SMP 5, Pa Deni ti SMP 2 , Asep Sobur ti SMP 1,
Aep, Jeung Si Bodor Pa Isnen Usman ti SMP 10.
Jol teh dibageakeun ku saporsi paket nasi ayam tulang lunak jeung jus jeruk,
teu loba carita deker we dahar dilalajoan ku babaturan anu geus ti heula dalahar.
Marangga taringalikeun cekeng teh. Maranehna mah sareuri we,
ningali kuring cacamuilan sorangan teh.

Beres dahar, kabeh saregep ngadengekeun pupuhu biantara,
ngajelaskeun tujuan ayana gempungan. Singhoreng dana block grant
ti pamarentah keur MGMP anu gedena sapuluh juta geus turun. Eta dana
kudu sagancangna digunakeun sabab laporanana kudu buru-buru dijeun.
Nya tuntungna mah nyieun rencana we ngayakeun work shop perkara evaluasi
penilaian mata pelajaran bahasa Indonesia jeung karya tulis ilmiah.
Eta rencanana dilaksanakeun dina tanggal 28-29 Oktober nu bakal datang.
Pematerina mah ngahaja ngondang ti LPMP jeung ti Dinas Provinsi.
Kuring kapeto deui jadi sekretaris dina eta kagiatan.
Ah geus kabayang we riweuhna tapi kumaha da geuning teu bisa nolak.

Waktu kuring nulis rengrengan panitia, dina palebah rengrengan anggota
kuring nulis Aep Isnen, teu apal Aep merhatikeun. Apal teh waktu manehna protes,
eta ngaran saha? cenah. Kuring reuwas, tuluy menta dihampura
rumasa kuring salah nulis, bari diembohan ku kecap” Pira ge salah nulis Isnen
jadi Aep, meni kudu gujrud”. Na ari pok teh dijawab ku Aep,
“Ih atuda beda Aep mah kasep ari Isnen mah bau taneuh cenah.
Ger atuh sarerea sareuri. Ah dasar ari bapa-bapa geus silih kekeak
jeung pada babaturan teh meni kacida. Ayeuna keur paruasa meureunnya?
Ah wilujeng saum we ka sadayana.

September 1, 2007

Miuku Sayang

Filed under: Curahan Kalbu


Glitterfy.com - Gráficos em Português

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com