/>

Semua Tentang Reni

January 9, 2008

KABUKI MADE SAN

Filed under: Curahan Kalbu

Berkelana di dunia maya, banyak sekali pengalaman yang terjadi. Ada yang lucu, menyedihkan, menyebalkan, membingungkan ah pokoknya banyak sekali hal yang dapat diceritakan. Dunia maya memang menyimpan sejuta pesona. Ada satu pengalaman yang ingin kutulis di sini, ya pengalamanku dengan seorang teman maya yang sekarang sudah pensiun dari dunia maya. Dia adalah teman chatt pertamaku, tertulis di listku dengan id made_minami. Sengaja kutulis begitu setelah aku tahu dia bekerja pada perusahaan Daichi di Osaka yang kebetulan salah seorang pemilik sahamnya adalah Minami sahabat mayaku juga.

Made orang Bali, berusia 32 tahun waktu kenal denganku, anak pertama dari 6 bersaudara. Sekolah hanya sampai SMA setelah itu bekerja sebagai guide wisata yang merangkap sopir taxi. Usia 20 tahun diangkat anak oleh orang Jepang dan ikut bersama orang tua angkatnya ke Jepang sampai saat ini. Jalan hidup yang getir termasuk kegagalan cintanya yang selalu kandas dan disakiti gadis-gadis Jawa Bali, ditambah lagi beban sebagai anak tertua yang harus menjadi tulang punggung keluarga, membuat dia nekat ikut orang tua angkatnya ke Jepang  untuk bekerja di sana dan mengganti kepercayaan hindunya dengan Kristen.

Apa yang menarik dari dirinya untuk diceritakan? Menurutku banyak sekali, ah aku masih ingat pertama kenal dengannya, aku mengenalkan diriku apa adanya, sayang dia tak mau percaya. Dia tetap mengira kalau aku itu wanita lajang berusia 29 tahun. Aku membantah dengan mencoba memakai cam, memasang pic dan mengirim foto keluarga. Dia tetap saja tidak mau percaya. Akhirnya aku menyerah pura-pura mengaku sebagai wanita lajang berusia 29 tahun sesuai keinginannya, sudah bertunangan dan bekerja sebagai guru. Betapa senangnya dia.

Persahabatan kami berjalan dengan indah dan lurus. Bahan pembicaraan hanya berkisar tentang Bali, jepang, Bandung, Osaka, bunga sakura, pekerjaannya, main ski, natal,lebaran dan apa saja yang jelas tak sepatah kata pun kami berbicara jorok atau tidak sopan. Dia sangat menghormatiku padahal dari kejujurannya aku tahu dia bukan seorang lelaki yang baik, mengingat sudah 6 kali dia berganti pasangan kumpul kebo. Teman kumpul kebonya saat itu bernama Yuri, mahasiswi cantik kelahiran Tokyo, kuliah di Osaka dan tinggal bersama di apartemennya.

Aku pernah dikenalkan pada Yuri dan aku tahu Yuri sangat mencintainya. Sayangnya Made  menganggap Yuri hanya sebagai teman tidur saja tak lebih dari itu. Aku sering menasehatinya kalau Yuri yang terbaik baginya, aku sangat berharap Yurilah wanita terakhir dalam kehidupannya. Dia membantahnya, katanya sebaik apa pun Yuri dia tidak mau menikahinya karena made hanya ingin menikah dengan orang indonesia.

Setahun perkenalan kami, dengan jujur Made mengatakan kalau dia sangat menyukaiku, lebih jauh lagi dia ingin menjadikanku sebagai istrinya. Tentu saja kukatakan kalau itu tak mungkin, selain berbeda keyakinan, aku juga sudah bertunangan. Dia tak mau tahu, menurutnya tak ada ikatan apa pun dalam sebuah pertunangan. Dia akan datang ke Bandung dan memaksaku untuk mau menikah dengannya. Dia ngotot minta alamat kerjaku, rumah, no telp atau HP.

Lho, kok dia tidak tahu semua itu padahal sudah satu tahun kenal? Di situ lah uniknya pertemananku,  dua hal yang tak pernah kuceritakan padanya yaitu identitasku yang berkaitan dengan sesuatu yang bisa dihubungi dan tentang aku yang kenal dengan Minami. Aneh ya? Demikianlah adanya.

Nah, sejak dia mengungkapkan perasaannya, hal itulah yang sering jadi masalah dalam percakapan kami. Aku pun mulai berhati-hati dan menjaga jarak. Aku merasa sepertinya dia sudah terobsesi olehku, dia sudah menganggap akulah satu-satunya wanita terbaik dalam hidupnya.

Sepertinya dia sudah tidak bisa lagi di ajak kompromi. Aku pun mulai menghidari, tiga bulan aku tidak menyentuh komputer. Sampai suatu hari kubuka lagi listku. Baru saja ol, seabrek kalimat sapaan langsung terlontar," Ke mana saja kamu, hampir mati aku mencarimu, tega nian kamu!"Aku pun menjawab dengan  mengarang cerita, kalau aku selama 3 bulan tidak ol karena aku sibuk menjalani tugas baruku sebagai seorang istri. Aku katakan aku sudah menikah dan kini sedang hamil dua bulan ( dalam hati aku tertawa)

Dia sangat kecewa menerima kenyataan itu, kepedihannya yang dalam tertuang dalam kalimat-kalimat yang ditulisnya. Kucoba menghiburnya dengan bercerita tentang Yuri yang baik dan berharap dia mau menerima Yuri sebagai calon istrinya, dia hanya menjawab ," Jangan mengatur hidupku!" Setelah itu sign out dan tidak ol selama 6 bulan lebih.

Enam bulan kemudian, dia datang lagi menyapaku dengan ceria. Bertanya tentang keadaanku dan bercerita tentang dirinya yang ingin segera menikah. Dia pun mengatakan kalau saat itu selain dengan Yuri dia pun sedang dekat dengan dua orang Korea teman kerjanya dan satu teman selingkuhannya di Yogya. Dia sudah tiga kali bolak balik Yogya-Jepang. Aku pun bertanya, dengan siapa dia akan menikah? Dengan Yuri, Si Korea atau Si Yogya? Eh dengan entengnya dia menjawab "  Ah! Siapa saja yang pertama hamil, dia yang akan kunikahi!"  " Gila! dasar playboy cap karung goni!" umpatku.  " Ya! Kamulah yang membuatku gila!" jawabnya sambil memberi tanda Buzz beberapa kali dan langsung sign out.

Sepuluh bulan dia menghilang. Suatu hari aku dikejutkan dengan sapaannya dalam bentuk icon memeluk. Aku heran, dia invis. Itu belum pernah terjadi selama pertemanan kami. " Kon ban wa made san!  Ke mana saja dirimu? Kok rumahmu padam, aliran ya? jawabku seramah mungkin.

" Ren, baru hari ini aku membuka lagi listku, kenapa hatiku masih berdebar kalau melihat id mu menyala ya Ren? ‘ sapanya menggoda.

" Nah lho! Hati-hati! Jangan-jangan kamu jantungan!" jawabku bercanda.

" Reni! Aku serius! Kamu tidak tahu siapa aku sekarang? Aku sudah menikah Ren! Seharusnya aku tidak chatt lagi! Makanya aku invis!"

Sungguh aku sangat bahagia menerima berita itu, kuberi icon memeluk sebagai ungkapan kebahagianku. Hal lain yang lebih membuatku bahagia adalah karena dia menikahi Yuri. Dia menikah di Bali pada tanggal 16 Juni 2007 dalam usia 35 tahun. Kini dia sedang menunggu kelahiran anaknya karena Yuri kini tengah hamil muda. Dia pun akan kembali ke Bali setelah uang tabungannya cukup untuk bekal hidup mereka.

Siang ini kuterima email terakhir darinya yang bercerita tentang pengunduran dirinya dari dunia maya. Hal itu dengan berat dia lakukan karena dia telah menjadi calon ayah. Sebagai umat kriastiani dia mengatakan kalau pernikahannya berlaku seumur hidup, makanya dia harus menjaga dengan baik keutuhan rumah tangganya dengan tidak membuka peluang bagi siapapun untuk memasuki kehidupannya selain anak dan istrinya. Dia pun memberikan ID nya untukku berikut passwordnya.

Khusus untukku pula dia mengatakan kalau aku wanita yang sangat istimewa dalam hidupnya yang dengan tulus dia cintai. Sayang katanya aku sudah ada yang punya dan dia tidak tahu di mana aku berada karena aku bagai sebuah fatamorgana. Ada setitik air bening di pipiku, entah kenapa aku merasa kehilangan yang dalam, padahal sudah lama tidak pernah berkomunikasi.Selain itu, diam-diam muncul rasa kagumku untuk Made, betapa dia sangat bertanggung jawab pada keluarganya. 

Sayonara Made San, ari ga to go zai mas atas semua persahabatan dan ketulusan hati yang telah kau berikan padaku. Kita tak pernah bertemu di dunia nyata, aku pun tak pernah ingin tahu seperti apa sosokmu. Selama kita berteman tak pernah sekalipun kau tampakkan gambarmu. Biarlah, hatiku saja yang melukisnya, seperti katamu " Bila kau rindukan aku, lihatlah wajahku kan terukir di beningnya air telaga, di dalam indahnya panorama alam negriku, Bali! "  Iya, akan kuingat itu selalu. Aku tahu, kau tak kan pernah membaca tulisanku ini, namun dari lubuk hatiku yang paling dalam, mohon maafkan semua salahku, maafkan semua sandiwaraku karena kamu sendirilah yang memintaku memainkannya dalam kabuki kehidupan di dunia maya. Selamat jalan Made, selamat menempuh hidup baru. Yakinlah, Yuri terbaik bagimu!

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com