/>

Semua Tentang Reni

February 7, 2008

MASTER OF CEREMONY

Filed under: Curahan Kalbu

Entah sejak kapan istilah itu menjadi akrab denganku. Ya selain sebagai guru dan penulis, teman-teman mengenalku sebagai MC. Memang profesi itu sudah lama kujalani. Banyak suka selama menjadi MC. bermula dari aktivitas sebagai ketua PKK yang selalu berbicara di depan ibu-ibu, selanjutnya sering diminta  untuk menjadi pemandu acara  dalam berbagai kegiatan RW dan masjid. Lama-lama banyak para tetangga yang meminta untuk menjadi pemandu acara dalam acara pernikahan atau pertunangan. Dilanjukan kemudian dengan diajak gabung dengan salon Dewi Erita dan Salon Shafira, maka jadilah aku MC dengan jam tayang lumayan banyak.

Berbekal pengalaman, aku ikut pelatihan MC Profesional yang diselenggarakan oleh Yayasan Tati Indah. Di bawah bimbingan Kang Aji Esa Putra dan Teh Ana Anggraeni dari TVRI Bandung, aku pun semakin memantapkan langkah untuk memilih MC sebagai profesi sampinganku. Di yayasan itu ternyata tak hanya dilatih menjadi MC tapi lengkap dengan berbagai pendukung untuk menjadi MC profesional. Iya seperti kepribadian dari John Robert Power, tata rias wajah dibimbing langsung oleh Bu Tati Indah, tata busana, tata suara, dance, vokal sampai tabel mener oleh manajer hotel Panghegar. Pokoknya semua lengkap. 

Alhamdulillah pelatihan itu sangat berguna bagiku, semua terjadi karena kuasaNya, dengan berbagai kemampuan yang kumiliki, aku diberi kekuatan untuk bisa membantu suami menyekolahkan ketiga anak-anakku sampai ke perguruan tinggi, ditambah dengan menyekolahkan enam anak asuh yang sekarang sedang belajar di SMP dan SMA.

Nah, adakah di antara teman-teman ada yang berminat jadi MC? tulisan ini mudah-mudahan bisa sedikit membantu. MC adalah pemandu acara bukan pembaca susunan acara, hal itu yang pertama harus dipahami. Sukses tidaknya sebuah acara ada di tangan MC. Maka sebagai seorang MC wajib bersikap profesional. Siapa pun yang mengundang kita di kampung atau di kota kita harus bersikap profesional. Jangan pernah merusak acara karena orang yang mengundang kita sudah mempersiapkannya selama puluhan tahun. Prinsip itulah yang harus kita pegang sebagai MC.

Kang Aji Esa Putra, mengatakan kalau untuk menjadi seorang MC profesional kita harus mampu melakukan tiga hal pokok yaitu : 

1. Identifikasi emosi, dalam hal ini seorang MC harus pandai memahami audien dan mampu membangkitkan emosi audien dalam berbagai situasi.
2. Identifikasi Imajinasi, seorang MC harus memiliki pola pikir intuitif sehingga dalam menata acara hal-hal yang harus dilakukan harus tergambar dengan jelas.
3. Identifikasi optik, seorang MC harus enak dipandang karena waktu membawakan acara semua mata tertuju padanya. Untuk itu penampilan berbusana, berbicara, bersikap, berjalan harus benar-benar diperhatikan dengan baik.

Selain tiga hal di atas, hal lain yang tak kalah penting adalah …
1. Yakinkan diri kita kalau kita bisa tampil sebaik-baiknya.
2. Kekuatan dan modal MC ada pada suara. Jagalah suara kita dengan rajin olah vokal dan membiasakan diri selalu minum air putih dicampur bunga melati, jangan minum es atau makanan panas dan pedas. tu akan berakibat buruk pada pita suara.
3.Dua hari sebelum pelaksanaan seorang MC harus berkomunikasi langsung dengan penanggung jawab kegiatan.
4.Datanglah satu jam sebelum acara dimulai.
5.Seorang MC hanya menerima intruksi dari penanggung jawab kegiatan
6. Terima segala kritikan dengan lapang dada, tersenyumlah sebagai tanda ucapan terimakasih pada orang yang mengritik kita.
7. Siapkan hal-hal kecil sebagai sarana pendukung penampilan seperti : mini paper, ball point, permen, make up kit mini, tissue, ponsel, simpan semua dalam tas kita. 

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com