/>

Semua Tentang Reni

March 14, 2008

KIRIMAN SEORANG TEMAN

Filed under: Curahan Kalbu

Artikel ini aku dapatkan dari seorang teman yang mengirimnya lewat email. Dengan beberapa perbaikan dalam bahasanya yang terkesan abg, artkel ini sengaja kumuat di sini, mudah-mudahan saja banyak manfaatnya bagi para bloger. Inilah tulisan lengkapnya. Selamat membaca!

Dua hari yang lalu aku bertemu dengan salah seorang AFI ( Akademi Fantasi Indosiar) Selain lepas kangen, aku juga dapat cerita seru dari kehidupan mereka. Di balik image mereka yang gemerlap saat manggung atau ketika muncul di tV, kehidupan artis AFI sangat memprihatinkan, banyak di antara mereka yang hidup terlilit utang ratusan juta rupiah. Pasalnya orang tua mereka ngutang ke sana sini buat menggenjot SMS putera-puteri mereka. Bisa dipastikan tidak ada satu pun kemenangan AFI itu yang berasal dari pilihan publik. Kemenangan mereka ditentukan oleh seberapa besar orang tua mereka sanggup menghabiskan uang untuk SMS. Orang tua Alfin dan Bojes habis 1M namun itu bukan masalah karena mereka orang kaya.

Yang kasihan, mereka yang tidak punya uang, Fibri ( AFI 2005 ) tereliminasi di minggu-minggu awal, kini punya utang 250 juta. Dia sekarang hidup di sebuah kos sederhana di depan indosiar. Kos sedikit mahal seharga 500.000 rupiah per bulan yang dipilih karena perhitungan hemat ongkos. Tempatnya sangat sederhana, masih bagusan tempat kos ku. Kamar mandinya di luar, makan sekali se hari, bisa makan dua kali merupakan hal yang mewah bagi Fibri. Tidak ada dugem dan kehidupan glamor, makan saja susah. Senasib dengan Fibri sebut saja : Intan, Nana, Yuke, eki, dll.

Mereka terikat kontrak eksklusif dengan manajemen indosiar. Jadi tidak bisa mencari job di luar indosiar.Bayaran di indosiar sangat kecil lagi pula pembagian job sangat tidak adil. beberapa artis AFI seperti  Jovita dan Pasya kebanjiran job, sementara yang lain tidak dapat atau sangat kurang. Maklum artisnya sudah kebanyakan. Temanku malah sering dijadikan tempat buat minjem uang. Pinjamnya paling 100 ribu, mereka tidak berani meminjam banyak, takut tidak bisa membayar.

Ini benar-benar proyek yang tidak manusiawi. Para orang tua dan anak Indonesia dijanjikan ketenaran dan kekayaan lewat sebuah ajang adu bakat di televisi. Mereka dikontrak eksklusif selamadua tahun oleh Indosiar. Namun tidak ada jaminan hidup sama sekali. Mereka dibayar kalau ada manggung. Itu pun kecil sekali dan tidak menentu. Buruh pabrik yang gajinya hanya 900.000 jauh lebih sejahtera dari pada mereka.

Nah, acara ini dan acara sejenis masih banyak. Pildacil juga begitu. Kasihan orang tua dan anak yang rela antre berjam-jam untuk sebuah penipuan seperti ini. Seorang anak pernah menangis tersedu-sedu saat tidak lolos dalam audisi AFI. Padahal dia beruntung, kalau dia sampai masuk, bisa dibayangkan betapa dia akan membuat orang tuanya punya utang yang melilit pinggang dan tidak akan terbayar sampai kontraknya habis. Hal ini menjadi penting untuk kita renungkan, agar anak-anak dan orang tua di Indonesia tidak tertipu lebih banyak lagi. Untuk lebih jelasnya berikut adalah pemaparan tentang maraknya bisnis judi SMS di Indonesia yang banyak melibatkan staasiun TV swasta.

Tiapstasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.Tengok sajamisalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, PutriCantrik,dsb.Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyiterbaik.Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.

Indonesia coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang punya handphone?Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyakRp 80.000.000.000 (baca: Delapan puluh milyarrupiah)..Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ? rumah senilai 1 milyar, ituartinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25% dari keuntungan yang diraupnyasebagai "biaya promosi"!Dan ingat, satu orang biasanya tidakmengirimkan SMS hanya sekali.Masyarakat diminta mengirimkan SMSsebanyak-banyaknya agar jagoannya tidaktersisih, dan "siapa tahu" mendapathadiah.Kata "siapa tahu" adalah untung-untungan, yang mempertaruhkanpulsahandphone.Pulsa ini dibeli pakai uang.Artinya : Kuis SMS adalah100% judi.

Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.Bahkan sangat gawat.Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa berjudi,hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!. Jadi apa yang harus kita lakukan dalam mengatasi maraknya judi SMS ini? Hal yang perlu kita tafakuri yaa….

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com