BUAT RENI DI SEBERANG
Ketika telapak kaki menyentuh pasirmu
Semilir angin laut pekat hitam
Lidah ombak putih bergulung-gulung
Memecah kesunyian malam
Nanar mata lahir menatap kegelapan
Menjalar merambati
Mengusik mata batin
Menerawang lembar-lembar usang
Masa kecil dalam belaian tutur putri duyung
Menanti nasib cintanya pada manusia bangsawan
Helaan nafas terdalam
Coba kubur mimpi-mimpi kelabu
Senantiasa menghantui hati risau
Tak terasa banyak kisah tertuang
Dalam perjalanan bersamamu
Tak terasa ada temali yang coba tautkan
Aliran batin kita
Karena di dekatmu banyak derai tawa renyah
Berlomba dengan deru ombak samudra di selatan
Malam terus saja merayap naik ke pusarannya
Menjulang ke angkas
Bintang-bintang bermain mata
Merayu bersama lampu-lampu petromak kaum nelayan
Duh gundah memeluk
Sulit tuk terpejam dalam lelap
Kusangka lelah ini permudah rebah
Asing terasa membelit sanubari
Melingkar dalam gemuruh
Akh….sudahlah
Ingin kujemput fajar dengan kaki telanjang
Meniti hamparan karang yang tergenang
Tuhan,
Biarkan aku sejenak
Tenang menikmati mimpi
Rizki bagi batinku
Kini…
Pameungpeuk berada pada 01.02
Berarti, Ahad 2 Maret 2008
ILDAWATI
