/>

Semua Tentang Reni

March 19, 2008

BUAT RENI DI SEBERANG

Filed under: Curahan Kalbu

Ketika telapak kaki menyentuh pasirmu
Semilir angin laut pekat hitam
Lidah ombak putih bergulung-gulung
Memecah kesunyian malam
Nanar mata lahir menatap kegelapan
Menjalar merambati
Mengusik mata batin
Menerawang lembar-lembar usang
Masa kecil dalam belaian tutur putri duyung
Menanti nasib cintanya pada manusia bangsawan
 

 Helaan nafas terdalam
Coba kubur mimpi-mimpi kelabu
Senantiasa menghantui hati risau
Tak terasa banyak kisah tertuang
Dalam perjalanan bersamamu
Tak terasa ada temali yang coba tautkan
Aliran batin kita
Karena di dekatmu banyak derai tawa renyah
Berlomba dengan deru ombak samudra di selatan
 

Malam terus saja merayap naik ke pusarannya
Menjulang ke angkas
Bintang-bintang bermain mata
Merayu bersama lampu-lampu petromak kaum nelayan
Duh gundah memeluk
Sulit tuk terpejam dalam lelap
Kusangka lelah ini permudah rebah
Asing terasa membelit sanubari
Melingkar dalam gemuruh
Akh….sudahlah
Ingin kujemput fajar dengan kaki telanjang
Meniti hamparan karang yang tergenang

 

Tuhan,
Biarkan aku sejenak
Tenang menikmati mimpi
Rizki bagi batinku
Kini…
 

Pameungpeuk berada pada 01.02
Berarti, Ahad 2 Maret 2008
ILDAWATI 

 

8 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://renik.blogsome.com/2008/03/19/buat-reni-di-seberang/trackback/

  1. Inspiring. Touchy. Just awsome (for me)…

    Comment by ADDIE — March 19, 2008 @ 7:40 am

  2. NO COMMENT I CAN NOT SAY ANYTHING,,,,,,,,SPEACHLESS….

    Comment by kunyang — March 20, 2008 @ 5:44 am

  3. Puisinya menarik hati, puitis juga. :D

    Comment by awan — March 31, 2008 @ 1:44 am

  4. Terimakasih kepada semua teman yang telah memberikan komentar pada puisi dari sahabatku ini. betul sekali puisi ini bersifat ‘just for me’ yang sengaja kusimpan di sini mudah-mudahan semua pecinta blog ini menyukainya juga.

    Puisi ini ditulis oleh sahabatku Ildawati yang tidur di seberang penginapanku waktu keluargaku dan keluarganya week end di sana. Ternyata dia tak bisa tidur karena Ilda sangat takut oleh suara gelombang laut. Dia ingin bercerita denganku di malam itu tapi aku boro-boro bangun, inget juga nggak.Aku terlena saja dalam buaian mimpikubertemu pangeran Ariel dari dasar laut he..he..he.. jayus ya?

    Comment by reni — April 1, 2008 @ 5:31 am

  5. assalamu alaikum wr. wb.

    www.pengajar.web.id mengadakan lomba membuat artikel, silahkan di cek di http://blog.pengajar.web.id/lomba-menulis-artikel/

    Terima kasih, Wassalam

    Comment by hevi.fauzan — April 4, 2008 @ 1:46 pm

  6. Puisi yang memaksa imajinasi tuk mengawang-mengambang…
    Sudah lama tidak membuat puisi-puisi panjang, cukup memerlukan nafas panjang dan keberanian, seperti menyelam di dibirunya lautan selatan.

    Comment by Ahmad Gibson — April 7, 2008 @ 4:50 am

  7. Bu Reni……hatur nuhun , tos nyimpen Foto tth di Blog si Uwa, sanes tth sombong atanapi pamer….mung sekedar Sharing, nyimpen pengelaman Umroh teh…….nuhun nyaaa

    Comment by Teteh Sartika — December 23, 2008 @ 12:42 am

  8. aduuhh, hatur nuhun teteh tos rurumpaheun nganjang ka blog abdi. Ah sanes ria atuh teteh bageur, apan poto teeth seueuer di abdi.Keun engke ge urang muat dina blog abdi.Wios nya?

    Comment by renik — December 24, 2008 @ 2:27 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com