/>

Semua Tentang Reni

July 12, 2008

BU ELIS…..BU ELIS

Filed under: Curahan Kalbu

 

 Naaahhh, di atas itu adalah kelompok guru-guru IPA, yang tak berkerudung itulah Bu Elis.

Di SMPN 4 Cimahi, siapa yang tidak kenal dengan Bu Elis? Dia asli orang Aceh. Satu-satunya guru biangusil, cerewet, gokil abis namun sangat baik hati dan paling ramah. Di matanya selalu ada saja yang harus dikomentari baik cara berpakaian, tingkah laku atau apa pun. Tidak pandang bulu mulai dari penjaga sekolah, karyawan, guru sampai kepada kepala sekolah bahkan ketua komite.

Bawaannya selalu kocak. Tertawanya ngakak, keras sekali. aku kadang berpikir waktu ibunya hamil dia, ngidam apa ya.  Lucunya bila musim karya wisata tiba, sudah bisa dipastikan se bis dengan Bu Elis pasti takan bisa tidur.Aku pernah dari Yogya ke bandung tak tidur sekejap pun di bis. Begitu turun pipi rasanya sakit karena terus menerus tertawa sepanjang perjalanan. Semua itu gara-gara Bu Elis. ah pokoknya selalu saja ada yang jadi bahan cerita bagi Bu Elis.

Kemarin misalnya, waktu acara perpisahan kelas 9, baru saja aku datang dan masuk ke ruang guru. Spontan dia menegur" Hei Ren, ngapain pake kebaya? Aturan kan hari ini nuansa batik. Kok kamu tuh salah kostum melulu!"

" Ah, kata siapa salah kostum, ke bawahnya kan batik! Emang di mana salahnya?"

" Allaaahhh susah banget ngomong sama guru bahasa Indonesia" katanya lagi dengan mimik yang lucu.

Aku ikut tersenyum, memang iya hari itu aku satu-satunya guru yang berkebaya, sementara yang lain memakai batik semuanya. Eh tiba-tiba saja datang Bu Lisbeth. lenggak-lenggok di depan kami. Berbaju merah marun, kainnya motif ulos. rambutnya digerai, bagian atas disasak sedikit, manis sekali. Semua orang memujinya dan mengatakan kalau Bu Lisbeth cantik sekali hari itu.

Sayangnya Bu Elis tidak sependapat, dia malah langsung ngakak keras sekali sambil berkata " Adduuuhhh Beeethh kau ini gimana sih? Kok keliatan banget Bataknya! Gila Kau, memangnya ini hajatan Amang Borumu?" kami semua kontan tertawa, Bu Lisbeth tampak bingung, aku langsung menggandeng lengannya dan kukatakan" Jangan dengarkan Bu Elis, biarkan saja. Aku juga pakai pakaian khas Sunda, Bu Lisbeth khas Batak, maching kan? Yu kita foto bareng!" ( he..he..he.. sayang fotonya belum di save) Wajah Bu Lisbeth pun kembali ceria penuh percaya diri.

Acara perpisahan pun berlangsung makin siang makin seru. hingar bingar parade band yang digelar anak-anak makin tak karuan lagunya. Maklum namanya juga pesta anak-anak. Tiba-tiba dari tengah penonton,ada teman guru berteriak, " Bu Reenn….ke sini!’ Aku langsung lari, tak sadar pakai kebaya dan selop tinggi tapi nggak masalah, bagiku itu dah biasa he.he..he..itulah keuntungan berbadan kecil, siap berlari dalam situasi apa pun. Sesampai di sana, ternyata ada anak berkelahi. Salah seorang siswa kami dipukuli oleh segerombolan anak dari luar. mereka semua dibawa ke ruang Wakasek Humas, aku langsung telepon polisi.

Ah.., hari itu rasanya cape sekali, terutama bapak-bapak guru yang semalaman tidak tidur karena mendekor panggung dan ruang acara, ehh sekarang malah ditambah acara berkelahi. Sudah begitu ada lagi yang nyeletuk " Wah, kurang profesional nih kinerjanya." Aku hanya tersenyum saja tapi bapa-bapa guru yang ada di sana langsung menjawab " Justru inilah kinerja profesional. inilah sukses yang sebenarnya. Di mana-mana juga kalau ada band, nggak ada perkelahian ya kurang afdol."

Belum selesai bapa-bapa itu bicara, entah dari mana datangnya tiba-tiba saja Bu Elis ikut nimbrung " Apa? Sukses? Sukses apaan! Baru berkelahi dibilang sukses! Yang disebut sukses itu bila ada yang tewas!"

Akhirnya kami semua jadi tertawa, ah dasar Bu Elis! Ada-ada saja!

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com