/>

Semua Tentang Reni

September 17, 2008

TUHAN SEMBILAN SENTI

Filed under: Puisi Ku

 

Karya : TAUFIK ISMAIL

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok

Tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tek merokok

Di sawah petani merokok Di pabrik pekerja merokok

Di kantor pegawai merokok

Di kabinet menteri merokok

Di reses parlemen anggota DPR merokok

Di Mahkamah Agung para hakim yang bergaun toga merokok

Hansip-bintara-perwira nongkrong merokok

Di perahu nelayan penjaring ikan merokok

Di pabrik petasan pemilik modalnya merokok

Di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok

 

Indonesia adalah semacam firdaus- jannatu-naim

Sangat ramah bagi perokok, tapi siksa kubur hidup-hidup

Bagi orang yang tak merokok

Di balik pagar SMP murid-murid mencuri-curi merokok

Di ruang kepala sekolah ada guru merokok

Di kampus mahasiswa merokok

Di ruang kuliah dosen merokok

Di rapat POMG orang tua murid merokok

Di perpustakaan kecamatan ada siwa bertanya

Apakah ada buku tuntunan cara merokok?

 

Di angkot Kijang penumpang merokok

Di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk

Orang bertanding merokok

Di loket penjualan karcis orang merokok

Di kereta api penuh sesak orang festival merokok

Di kapal penyebrangan antarpulau penumpang merokok

Di andong Yogya kusirnya merokok

Sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok

 

Negeri kita ini sungguh nirwana

Kayangan para dewa-dewa bagi perokok

Tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru Diam-diam menguasai kita Di pasar orang merokok Di warung tegal pengunjung merokok Di restoran, di toko buku orang merokok Di kafe, di diskotik para pengunjung merokok Bercakap-cakap kita jarak setengah meter Tak tertahankan asap rokok Bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun Menderita di kamar tidur Ketika melayani para suami Yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok

Duduk kita di tepi tempat tidur bekas dua orang bergumul Saling menularkan HIV-AIDS sesamanya Tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita di sebelah orang yang dengan cueknya Mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus Kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin Paling subur di dunia Dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun Asap tembakau itu bisa ketularan kena Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok Di apotek yang antri obat merokok Di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok Dan ada juga dokter-dokter merokok Istirahat main tennis orang merokok Di pinggir lapangan voli orang merokok Menyandang raket badminton orang merokok Pemain bola persib sembunyi-sembunyi merokok Panitia pertandingan balap mobil Pertandingan bulu tangkis, Turnamen sepak bola mengemis-ngemis. Mencium kaki sponsor perusahaan rokok

Di kamar kecil 12 meter kubik sambil ‘ek-ek’ orang goblok merokok. Di dalam lift gedung 15 tingkat Dengan tak acuh orang goblok merokok. Di ruang siding ber-ac penuh Dengan cueknya pakai dasi Orang-orang goblok merokok Indonesia adalah semacam firdaus jannatun naim Sangat ramah bagi orang perokok Tapi tempat siksa kubur hidup-hidup Bagi orang yang tak merokok.

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru Diam-diam menguasai kita Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, Duduk sejumlah ulama terhormat Merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa Mereka ulama ahli hisap.

Hassaba, yuhaasibu, hisaaban

Bukan ahli hisab ilmu falak

Tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka Terselip berhala-berjala kecil, Sembilan senti panjangnya, putih warnanya Ke mana-mana dibawa dengan setia Satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya, Mengintip kita dari balik jendela ruang siding Tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, Cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.

Mamnuu’ut tadkhiin, ya ustadz.

Permisi Kyai Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz…jangan meroko di sini, Kyai

Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.

Haadzihi al ghurfati maallii’atun bi mukayyafi al hawwa’i

Nanti udarannya jadi jelek

Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok.

Laa taqtuluu anfusakum.

Jangan menyiksa diri sendiri

Min fadhlik, ya ustadz.

Permisi sekali, Kyai.

 

25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan

15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi) Daging khinzir diharamkan

4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok

Patutnya rokok diapakan?

 

Tak perlu dijawab sekarang ya ustadz.

Wa yuharrimu’alayhimul khabaaith.

Tak usah tergesa-gesa.

Mohon ini direnungkan Karena pada zaman Rasulullah dahulu Sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok Jadi ini PR untuk para ulama Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan. Jangan Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil Yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk.

Pada saat sajak ini dibacakan siang hari ini,

Sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati.

Karena penyakit rokok

Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas. Lebih gawat ketimbang bencana banjir, Gempa bumi dan longsor. Cuma setingkat di bawah korban narkoba. Pada saat sajak ini dibacakan. Berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di Negara kita. Jutaan jumlahnya Bersembunyi di dalam kantong baju dan celana. Dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna. Diiklankan dengan indah dan cerdasnya . Tidak perlu wudhu atau tayamum menyucikan diri. Tidak perlu ruku dan sujud untuk taqarub pada tuhan-tuhan ini. Karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini.

Rabbana,

Beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://renik.blogsome.com/2008/09/17/tuhan-sembilan-senti/trackback/

  1. Berhala yang satu ini memang luar biasa dahsyat pengaruhnya. Bagaimana cara memberantasnya ya? Jadi malu karena saya tak bisa lepas dari berhala satu ini. Ya Rob….ampunilah hambaMu ini. Salam kenal kepada pemilik blog ini yaa, sebuah tulisan yang bagus dari sastrawan terkenal Taufik Ismail.

    Comment by mamang — September 19, 2008 @ 7:17 am

  2. Maaf saya mah nggak bisa mengomentari artikel ini, membacanya juga agak kurang semangat dan kurang mengerti, sorry…yah bu Reni… abis saya orang yang kurang seneng merokok. I dont support perokok….saya denger merokok itu makruh…Wa allahu alam

    Comment by fz — September 19, 2008 @ 6:32 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com