/>

Semua Tentang Reni

May 1, 2009

AKHIRNYA…SELESAI JUGA

Filed under: Curahan Kalbu

Alhamdulilah, usai sudah Ujian Nasional yang dilaksanakan selama 4 hari dari hari Senin kemarin sampai hari Kamis. Inilah resumenya, hari pertama  satu jam sebelum ujian dimulai kami kumpulkan anak-anak di lapangan basket untuk berdoa bersama, memotivasi dan mengingatkan kembali agar mereka mengerjakan soal dengan hati-hati, tenang, penuh percaya diri, cermat dan cerdas.

Hari kedua ada insiden kecil dengan tim independen(TPI )  karena pengawas ruangan lupa memasukan daftar hadir dan berita acara pada amplop. Kami ingin amplop dibuka saja untuk memasukan dokumen tersebut namun TPI menolaknya dan mengusulkan agar dokumen tersebut ditempel saja di luar amplop. Tentu saja kami menolak karena khawatir tercecer. Kami jelaskan pada TPI kalau anak-anak kami sudah belajar selama 3 tahun namun keberhasilan mereka ditentukan dalam 4 hari oleh 4 mata pelajaran. Tolong jangan diperparah lagi dengan kecerobohan pengawas dan ketidakbijakan TPI. Alhamdulilah dia mau mengerti. Di depan TPI kami  membuka dua amplop untuk memasukan dokumen yang tertinggal itu. Hari ketiga dan keempat tak ada kejadian berarti. Selain kesan dan harapan semoga anak-anak lulus semua.

Ada tanya yang tersisa dan mungkin seperti yang sudah-sudah pertanyaan itu akan tetap dijawab sama. Walau begitu takan pernah bosan hal itu kami sampaikan khususnya pada para penentu kebijakan di negri ini. Sampai kapankah UN akan tetap dijadikan sebagai syarat kriteria kelulusan?

Sampai hari ini tidak ada satu pun penelitian yang membuktikan kalau hasil UN merupakan ukuran kualitas pendidikan di negri ini. Apalagi sering kita dengar berbagai kecurangan yang terjadi dalam pelaksanaannya ditambah lagi sarana dan prasarana yang belum merata di seluruh sekolah, demikian pula dengan SDM nya. Wah…sulit dimengerti apa yang mendasari pemikiran pemerintah untuk tetap menjadikan UN sebagai syarat kelulusan, lebih jauhnya lagi sebagai ukuran keberhasilan pendidikan.

Aku merasa ada ketidakadilan dalam UN. Kita semua tahu kalau kecerdasan anak itu terbagi kedalam 9 kecerdasan. Diantaranya kecerdasan linguistik, logika, emosi, sosial, kinetik, seni, budaya,religius dan lain sebagainya. UN hanya menguji dua kecerdasan saja yaitu kecerdasan logika dan linguistik. Jadi bagaimana dengan anak-anak yang memiliki 7 kecerdasan lainnya? Apakah mereka tetap dipaksa untuk melakukan hal yang sama sekali tidak mereka sukai?

Sementara menurut hasil penelitian pakar pendidikan ternyata 80% keberhasilan seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosi. Bukan kecerdasan intelektual. Ini ironis! Kecerdasan emosi lebih ditentukan oleh pembentukan ahlak dan kepribadian. Dua hal ini adanya dalam mata pelajaran agama dan budi pekerti. Sementara dari jumlah beban belajar sebanyak 32 jam perminggu, pelajaran agama hanya ada 2 jam dan sama sekali tidak ada pelajaran budi pekerti. Jadi bagaimana mungkin anak-anak kita akan berhasil dan bisa membangun bangsanya di masa depan? Yup ini PR bagi para guru, pemerintah, masyarakat dan para orang tua.

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com