/>

Semua Tentang Reni

April 22, 2008

ADA-ADA SAJA………..

Filed under: All About M3

Hari ini sekolah kedatangan dua even oganiser dari dua studio radio yaitu CBL dan 99fm. Tentu saja kegiatan pembelajaran agak sedikit terganggu. Aku yang harusnya masuk ke kelas untuk memberikan tambahan pelajaran pukul 13 tepat, jadi mulur ke pukul 14. Ya karena harus memberikan beberapa hal yang berkaitan dengan gegiatan kesiswaan dan juga kegiatan persiapan menghadapi ujian nasional kepada personil penyiaran untuk disiarkan secara langsung.

Pukul 14 anak-anak  kusuruh masuk dan langsung diberi soal setelah sebelumnya ada pembahasan soal yang belum jelas. Selanjutnya aku tinggalkan mereka sebentar untuk menemui tamu. Baru saja 20 menit ditinggalkan, aku melihat beberapa anak ada di ruang guru. Aku mencoba melihat ada masalah apa, biasanya kalau ada anak di ruang guru ketika sedang jam belajar pasti ada masalah.

Benar saja, di sana ada beberapa anak yang dipanggil guru. Dua anak laki-laki di antaranya adalah anak dari kelas yang sedang kutinggalkan  dan dua anak lainnya anak kelas 7. Salah seorang dari mereka sedang menangis. Aku tanyakan masalahnya ternyata anak yang menangis itu dipukul oleh Saeful, anak kelas 9. Gara-gara si anak itu bersikap tidak sopan pada kakak kelas.

Pemecahan dan pembahasan masalah pun segera digelar. Ternyata masalahnya bukan seperti itu. Si anak kelas 7 mengingatkan pada kakak kelasnya agar tidak berpacaran dengan teman sekelasnya. Saat itu pun kebetulan teman sekelasnya ada di sana. Aku tanya siapa yang berpacaran? Si anak menunjuk kepada salah seorang anak kelas 9 teman Saeful. Aku tanyakan pada anak itu benarkah anak perempuan yang duduk di hadapannya itu adalah pacarnya? Spontan si anak menjawab " Betul Bu, tapi  tadi kami tidak pacaran, kami hanya mengobrol saja".

Selanjutnya aku bertanya kepada anak kelas 7 yang mengingatkan kakak kelasnya untuk tidak pacaran, apa yang membuat dia melakukan hal itu? Jawabannya spontan juga " Karena dia pacar saya Bu, saya tidak suka dia ngobrol dengan kakak kelas". Mendengar pernyataan itu kontan saja sang kakak kelas mendelik matanya. " Bu, sudah saja masalahnya sudah selesai. Sekarang juga, jam ini detik ini, saya putuskan dia. Dah ya kita putus saja sampai di sini" kata si anak kelas 9 diplomatis sekali sambil menjabat tangan si anak perempuan yang dari tadi hanya senyum-senyum saja. Aku pun jadi ikut tersenyum juga. Yah…bagaimana pun aku sangat menghargai kejujuran mereka.

" Baik, masalahmu dengan kedua adik kelasmu sudah beres. Sekarang tinggal masalah kita.Coba jawab yang jujur, berikan ibu argumentasi yang kuat, kenapa kalian berdua meninggalkan kelas? Bukankah ibu sudah berpesan agar kalian berada di dalam kelas sementara ibu harus menemui tamu?" Mereka berdua tidak menjawab. Sebagai jawabannya mereka harus meresensi dua buah buku yang ada di perpustakaan dan membuat soal beserta isinya sebanyak 50 soal.

Sementara untuk kedua anak kelas 7, aku serahkan dia kepada wali kelas dan guru BK untuk dibimbing dan diberi pengertian tentang tugas mereka di sekolah. Ah ada-ada saja, dasar anak-anak tetap saja anak-anak.

 

February 15, 2008

ALHAMDULILLAH

Filed under: All About M3

Hari Sabtu Gita, anakku mengeluh ada benjolan di leher. Hari Minggunya benjolan itu bertambah lagi satu. Dia kesakitan dan demam. Kuberi dia teh bunga rosella merah, dua sendok makan madu dan satu gelas susu hangat dicampur jahe ginseng.

Hari Minggu selepas solat isya, kami berbincang di ruang tv. Gita khawatir ada masalah serius dengan benjolan itu. Dia cerita sudah lima orang temannya mulai dari teman di SD, SMP dan SMA yang meninggal karena benjolan di leher dengan gejala yang sama seperti yang dia rasakan.

Aku hanya tersenyum mendengarnya, kukatakan kalau teman-temnnya itu bukan meninggal karena benjolan tapi karena memang sudah waktunya. Kita jangan takut mati karena pasti terjadi. Tak ada seorang pun yang bisa menolaknya, kita hanya tinggal menunggu waktu. Justru yang harus kita pikirkan adalah kehidupan setelah kita mati.

Kehidupan setelah mati, itulah kehidupan yang sesungguhnya. Bila kita merasa penyakit itu akan menjadi jalan menuju kematian ya obatnya adalah sabar. Sabar bukan berarti diam dan menerima tapi dalam sabar tersimpan makna ihtiar dan taqwa kepada Sang Maha Pencipta. Kita pun harus yakin dalam setiap penyakit yang diberikan Tuhan pasti ada obatnya dan tidak semata-mata Tuhan memberikan cobaan kecuali untuk membersihkan dosa-dosa kita. Jadi bila kita ikhlas menerima semua ketentuannya, mati pun siapa takut? Surga menunggu kita di sana. Alam kubur tak perlu ditakuti karena kubur bagi umat yang taat ibarat hangatnya pelukan ibu.

Kecemasan kulihat telah hilang dari wajah Gita, berganti dengan senyuman. Kami pun jadi asyik bercanda dan tertawa sampai akhirnya Gita setuju dibawa ke rumah sakit besar untuk diperiksa.Ya aku berencana akan membawanya ke rumah sakit.

Setegar itukah hatiku menghadapinya? Tentu saja tidak. Begitu Gita masuk ke kamarnya, aku pun masuk ke kamarku. Hatiku cemas luar biasa. Ibu mana yang tidak cemas melihat anaknya sakit apalagi masalah benjolan di jaman sekarang ini tak bisa dianggap sepele. Dua orang tetangga samping rumah meninggal karena benjolan di leher. Apakah anakku mengidap penyakit yang sama dengan mereka? Bila ya, adakah yang salah dengan caraku mengurus dia ya Allah? seingatku, kuberi dia tiga hal mendasar untuk pengembangan kepribadiannya di masa depan, tiga hal itu adalah agama, kesehatan dan pendidikan yang terbaik untuknya.

Penasaran, kubuka kembali dokumen kesehatan sejak dia bayi sampai dewasa. Aku memang sudah terbiasa menyimpan dokumen kesehatan anak-anakku. Di sana tercatat sejak usia gita 3 tahun, kalau demam sering terjadi pembengkakan pada lehernya. Menurut catatan dokter spesialis anak, itu hanya pembengkakan kelenjar biasa saja, waktu itu dokternya adalah dokter Tisna dari RS. Asadira. Hal itu sering terjadi sampai gita berusia 17 tahun. Sekarang usianya 19 tahun, benjolan itu muncul lagi ditambah berta badan yang menurun. Aku jadi khawatir.

Entah kenapa, badanku terasa lemas. Pikiran buruk pun mulai menggoda. Terbayang anakku terbaring di ruang ICU dengan berbagai peralatan yang ditempelkan ke seluruh tubuhnya. Ya.. Tuhan… jangan siksa anakku. Aku tahu, anak-anakku bukan milikku, mereka hanya titipanMu yang bisa Kau ambil kapan saja namun bila boleh aku meminta, biarlah aku saja yang menggantikannya.

Malamnya aku tersungkur di sajadahku, memohon kesehatan untuk anakku. Sampai tiba hari Senin aku mebawanya ke RSHS. Tiga hari bolak balik ke RS. Ke bagian spesialis penyakit dalam wanita, terus ke radiologi dan lab farmasi. Diperiksa jantung, limpa, hati , paru-paru dan darah. waktu di bagian radiologi kukatakan padanya kalau jangan suka foto box saja, sekali-kali bagian dalam tubuh kita pun harus bergaya di depan foto ronsen. Dia pun tertawa.

Hari Rabu adalah hari yang sangat menegangkan karena pada hari itu hasil chek up anakku dibuka. Waktu kuserahkan hasil dalam amplop tertutup kepada dokter, tanganku bergetar. Dokter mengamatinya dengan cermat. Tiba-tiba wajahnya cerah. " Ibu anak ibu sangat sehat, tak ada gejala klinis yang menghawatirkan, malah kekebalan tubuhnya sangat baik, itu hanya pembengkakan kelenjar biasa klarena kecapaian atau bisa saja stress karena banyak tugas kuliah" Alhamdulillah…itu adalah kalimat terindah yang pernah kudengar. Terimakasih Ya Allah, doaku telah Kau dengar.Kupeluk anakku yang sedang menangis bahagia " Mama, aku ingin hidup seribu tahun lagi" katanya. 

May 16, 2006

KARANGAN KARYA MURIDKU VANIA KELAS 3C

Filed under: All About M3

MAJALAH PLAYBOY MENGUNDANG BANYAK TANYA

Terbitnya majalah Playboy versi Indonesia, menimbulkan
berbagai kontroversi.Kehadiran majalah yang membawa nama artis cantik
Andara Early ini mengundang se-juta reaksi masyarakat.
Salah satunya adalah sebuah organisasi masyarakat yang mena-
makan dirinya Front Pembela Islam , langsung memberi respon
yang paling menonjol Front Pembela Islam dengan tegas menentang
keras penerbitan majalah yang membawamaksiat ini, selain itu
Ormas-Ormas lainnya banyak pula yang melakukan sweeping ke
pedagang – pedagang Koran di pinggir jalan, guna memeriksa
ada atau tidaknya majalah Playboy. Tindakan anarkis Front Pembela Islam
benar-benar mengundang banyakopini masyarakat.

Kemarin aku melihat berita di televisi yang menayangkan pimpinan Islam
Nahdatul Ulama sangat menyayangkan tindakan Front Pembela Islam yang anarkis.
Aku sendiri sangat kecewa dengan sikap Front Pembela Islam yang begitu garang
kepada para penjual majalah yang tak berdosa, padahal kan mereka itu tidak bersalah.
mereka hanya mencari makan dengan menjual majalah.

Di sisi lain, aku sangat setuju majalah Playboy dihentikan penerbitannya tapi
jangan hanya majalah Playboy saja yang dipermasalahkan. Majalah-majalah lain dan VCD berbau porno pun yang mungkin lebih panas dari majalah Playboy harus diberantas
pula, bukan malah dibiarkan. Bahkan Inul Daratista pun disebut-sebut sebagai awal se-
kaligus lokomotif pornografi kemudian dicerca serta dicekal habis-habisan. Anehnya
para PSK yang sudah ada jauh sebelum Inul muncul kok dibiarkan berkeliaran?
Apakah ini yang namanya menjaga moral bangsa? Menurutku kalaupun majalah
Playboy tetap akan diedarkan tapi dengan beberpa ketentuan misalnya majalah itu
hanya dijual di toko-toko yang eksklusif yang hanya dikunjungi oleh orang-orang
dewasa berduit dan tentu saja dijual dengan harga yang sangat mahal, agar para pe-
lajar tidak bisa membelinya.

Jadi walaupun aku tidak setuju pada terbitnya majalah Playboy, namun
menurutku, majalah Playboy bukanlah sesuatu yang harus diributkan karena pornografi
bukan hanya dari majalah Playboy saja. Moral bangsa harus dijaga dan dilindungi dari
banyak hal, terutama dari unsure ideologi bangsa. Makanya libelarisme, separatisme
harus enyah dari negriku. Setuju?

May 15, 2006

HIDUPKU SELALU PENUH KEJUTAN

Filed under: All About M3

Masa SLA adalah masa yang paling indah dalam hidup kita. Ya aku pun mengalaminya.
waktu itu aku kelas 3 SPG ( setingkat SMA/SMK ) usiaku 18 tahun saat itu. Layaknya
gadis remaja. Dunianya pastilah musik, dansa dan romantika! Aku termasuk gadis
yang mudah terpesona. Ya seperti saat itu, aku terpesona sekali pada guru matematikaku
yang ganteng abis.

Kalau dia sedang menerangkan di depan kelas, dia meletakkan tangan kirinya di pinggir
papan tulis, tangan kanannya memegang kapur, badannya sedikit agak menyender, nah
yang ada dalam benakku bukan pelajaran yang dia ajarkan, tapi hayalanku tentang dia
duh…sepertinya nyaman sekali bila ada dalam pelukannya, he..he..he…, makanya
nilai matematikaku selalu dodol.

Eh, suatu hari, di kelas tak ada guru, kepsek mengunci kelas dari luar. Kami disuruh
menulis tugas resume. Duh males banget, akhirnya aku dan teman-teman cari akal untuk
kabur, jadilah kami keluar lewat jendela kelas dan langsung mabur ke warung baso Mang Ade di Jalan Raya Barat. Di warung baso, sambil makan kami bercerita tentang
keberhasilan kami mengelabui guru, rasanya senaaaaang banget. Eh selesai makan
tiba-tiba orang yang dari tadi duduk di belakang kami berdiri, kemudian datang
menghampiri sambil berkata,” Kalian sudah kenyang makannya? Ayo semua ikut de-
ngan bapa ke sekolah!” Duuuhh biung! Hampir saja jantung kami copot, ternyata orang
itu adalah guru matematika kami yang ganteng itu! Waaahh pasti dia mendengar semua
percakapan kami!

Akhirnya kami berenam digiring ke sekolah, dijemur di lapang basket sampai pukul
satu siang. Dalam hati aku berteriak, “ Tega nian guruku saying, membalas cintaku
dengan menjemurku sampai gosong, hiks…hiks..hiks…!”

Satu lagi pengalaman yang tak terlupakan adalah kenanganku dengan guru Super Killer.
Ya, dia guru keterampilan. Salah satu materi pelajaran yang paling kusukai dari dia
adalah fotografi. Wajah guruku ini mirip banget Alain Dellon tapi sikapnya seperti
Hitler! Dia dapat gelar keren “ Mister Killer”. Walau begitu , dia jadi idola murid
perempuan dan pusat kebencian murid laki-laki, maklum karena ada dia, anak laki-laki
terutama yang berwajah pas-pasan, jadi kehilangan pasaran.

Penampilan Mister Killer sangat rapi, dia tampan, modis, ngajar pun selalu berdasi.
Sikapnya kepada siswa yang tidak disiplin sangat keras. Aku adalah salah seorang
siswanya yang sangat sering dihukum! Aku sudah pernah dikurung di wc, membersih
kan kebun sekolah, ngepel ruang guru, digunting rok seragam dan banyak lagi!

Suatu hari, ketika aku sedang asyik bercanda di kelas, KM memanggilku, katanya
aku dipanggil Mister Killer. Sontak jantungku berhenti berdetak! Mati aku! Hari ini
aku sedang tidak disiplin! Aku tidak pakai kaos kaki putih,lengan seragamku digulung
dan rokku kependekan. Maka dengan wajah memelas aku minta temanku Ros memin-
jamkan bajunya padaku, kami pun bertukar pakaian di wc.

Aku pergi menghadap guruku di ruang guru. Ruangan tampak sepi. Kulihat Mister
Killer tampak sedang menulis. Wajahnya yang tampan dan dingin, begitu tenang
namun menyeramkan. “ Duduk!” katanya, ketika aku sudah berdiri dihadapannya.
Dia berhenti menulis, aku yang duduk dihadapannya, dipandangnya tanpa berkedip.
Aku takut dan kikuk sekali. Aku seolah-olah merasa jadi terdakwa, tanpa tahu
salahku apa.

Di ruang guru itu hanya ada aku dan dia. Semua terasa hening. Tiba-tiba dia
membuka laci mejanya dan mengeluarkan beberapa amplop surat, disodorkannya
surat-surat itu padaku, “ Ini surat-suratmu !” katanya dingin.
Aku terkejut, surat untukku? Kenapa ada padanya? Ya, semua surat itu semuanya
untukku dari para sahabat penaku dan juga teman-temanku yang jauh. Aku selalu
memakai alamat sekolah untuk semua suratku, maklum kalau pakai alamat rumah
sering disensor oleh satpam rumah yaitu ibuku.

“ Jelaskan padaku, dari siapa saja surat-surat itu!” katanya mengejutkanku, aku pun
menjelaskan padanya. Kami berdua diam lagi, aku lihat Mister Killer memandangku
terus.
“ Ren, “ tiba-tiba kudengar lagi suaranya
“ Kamu tahu, untuk apa saya memanggilmu? “
“ Tidak tahu Pak!” jawabku
“ Kamu manis sekali! Aku suka tahi lalat di dagumu,bibirmu, rambutmu yang panjang ikal. Ah aku mencintaimu, sudah lama aku mencintaimu!”
Tak salah dengarkah aku? Seorang guru killer yang terhormat berbicara padaku,
muridnya yang tidak disiplin? Dia berbicara begitu tenang, tatapannya berubah
menjadi teduh, aku bingung harus menjawab apa.
“ Bebicaralah padaku” katanya lagi
“ Terimakasih Pak, tapi aku sudah punya pacar dan Bapak sudah beristri!”

Dia tersenyum! Ya..,Tuhan, baru kali ini kulihat dia tersenyum! Hanya untukku!
Selama ini bibirnya selalu terkatup rapat. Oh.., seandainya Pak Killer tahu, betapa
manis senyumnya dan seandainya dia tahu, dia lebih tampan tersenyum dari pada
terkatup. Dia pun kudengar berbicara lagi.
“ Ren, salahkah bila seorang pria beristri mencintai seorang gadis yang sudah punya
kekasih? Cintaku untukmu adalah cinta yang tulus dari lubuk hatiku, aku tidak ber-
harap untuk dibalas. Aku hanya ingin mengatakannya saja padamu agar tidak menjadi beban dihatiku! Nah..Ren, itulah maksudku memanggilmu, sekarang silakan kembali
ke kelas”.

Aku pun berlalu dari ruangan itu dengan sejuta perasaan dan tanda tanya yang tidak
terjawab, tapi ada satu pelajaran berharga yang kudapatkan di hari itu. Pelajaran
tentang cinta laki-laki! Ternyata seorang istri bagi laki-laki bukanlah pelabuhan
cinta terakhir! Kemudian satu lagi pertanyaan buat diriku, ya Tuhan, kenapa hidupku
selalu penuh kejutan?

( Tulisan ini kupersembahkan untuk guru-guruku tercinta di SPG, semoga Pak Killer
yang sekarang mungkin sudah pensiun, membaca tulisan ini. Salam hormatku selalu
buat Bapak.

March 21, 2006

ANAKKU YA ANAKKU

Tulisan dengan latar pengalamanku ini, lahir karena terinpirasi oleh kasus Raju yang akhir-akhir ini mencuat di berbagai media massa kita. Yaa…melihat Raju yang me-
nangis ketakutan sambil memeluk ayahnya, sewaktu akan disidangkan, aku betul-
betul terharu. Aku jadi teringat anakku yang nomer dua ( sekarang sudah kuliah di
sebuah perguruan tinggi negri di kota Bandung ) Ya, kelakuan anakku waktu kecil
persis seperti Raju. Dia hiper aktif, gemar sepak bola dan berkelahi.

Sejak usia empat tahun rasa ingin tahunya mulai terlihat, dia ingin bisa membaca seperti kakaknya, tapi aku tidak menghiraukannya. Menurutku usia empat tahun
belum waktunya untuk belajar efektif. Aku ingin anakku berkembang secara alamiah. (more…)

February 7, 2006

AKU DAN SUAMI MAKAN SIANG DI BEDUGUL BALI OCT 2005

Filed under: All About M3

Aku dan misoa makan siang yang berkabut di Bedugul Bali

CANTIKNYA KAMU SAYANG

Filed under: All About M3

Anakku Gita, kamu pernah bicara pada mama, “ Jilbabilah hati dan pikiran kita, sebelum berjilbab” Ya mama hargai prinsipmu itu, mama yakin sampai saat ini kamu paling pintar menjaga diri dan kehormatanmu sebagai seorangwanita. Kamu gaul,populer, banyak teman dan sahabat, tapi jiwamu dan prinsip hidupmu adalah jiwa aktifis remaja masjid. Mama bangga padamu, kamu itu bagaikan ikan laut yang hidup di air laut, tapi tidak ikut terbawa asin. Jadi menurut mama, sebaiknya kamu segera berjilbab.
Coba lihat, betapa cantiknya kamu berjilbab, kenapa masih ditunda-tunda? Cepat kenakan ya, dan jangan sekali-kali kamu lepaskan lagi walau bumi runtuh sekalipun. Mama yakin, jilbabmu takkan mengurangi keanggunan dan kecantikanmu. Jilbab itu kan busana muslimah, busana terhormat, peneguh pribadi yang taat. Pahala kesempurnaan yang mudah-mudahan bisa menjagamu darigodaan pergaulan karena jilbab penahan pandangan haram. Foto ini di rancang oleh Kak Aris teman mama, itu pasti dia ambil dari fotomu yang kamu pasang di profil mama.

January 31, 2006

Aku dari masa ke masa

Filed under: All About M3

Ini aku waktu usia 12 tahun,bersama adikku Conny

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Jay of onefinejay.com