ADA-ADA SAJA………..
Hari ini sekolah kedatangan dua even oganiser dari dua studio radio yaitu CBL dan 99fm. Tentu saja kegiatan pembelajaran agak sedikit terganggu. Aku yang harusnya masuk ke kelas untuk memberikan tambahan pelajaran pukul 13 tepat, jadi mulur ke pukul 14. Ya karena harus memberikan beberapa hal yang berkaitan dengan gegiatan kesiswaan dan juga kegiatan persiapan menghadapi ujian nasional kepada personil penyiaran untuk disiarkan secara langsung.
Pukul 14 anak-anak kusuruh masuk dan langsung diberi soal setelah sebelumnya ada pembahasan soal yang belum jelas. Selanjutnya aku tinggalkan mereka sebentar untuk menemui tamu. Baru saja 20 menit ditinggalkan, aku melihat beberapa anak ada di ruang guru. Aku mencoba melihat ada masalah apa, biasanya kalau ada anak di ruang guru ketika sedang jam belajar pasti ada masalah.
Benar saja, di sana ada beberapa anak yang dipanggil guru. Dua anak laki-laki di antaranya adalah anak dari kelas yang sedang kutinggalkan dan dua anak lainnya anak kelas 7. Salah seorang dari mereka sedang menangis. Aku tanyakan masalahnya ternyata anak yang menangis itu dipukul oleh Saeful, anak kelas 9. Gara-gara si anak itu bersikap tidak sopan pada kakak kelas.
Pemecahan dan pembahasan masalah pun segera digelar. Ternyata masalahnya bukan seperti itu. Si anak kelas 7 mengingatkan pada kakak kelasnya agar tidak berpacaran dengan teman sekelasnya. Saat itu pun kebetulan teman sekelasnya ada di sana. Aku tanya siapa yang berpacaran? Si anak menunjuk kepada salah seorang anak kelas 9 teman Saeful. Aku tanyakan pada anak itu benarkah anak perempuan yang duduk di hadapannya itu adalah pacarnya? Spontan si anak menjawab " Betul Bu, tapi tadi kami tidak pacaran, kami hanya mengobrol saja".
Selanjutnya aku bertanya kepada anak kelas 7 yang mengingatkan kakak kelasnya untuk tidak pacaran, apa yang membuat dia melakukan hal itu? Jawabannya spontan juga " Karena dia pacar saya Bu, saya tidak suka dia ngobrol dengan kakak kelas". Mendengar pernyataan itu kontan saja sang kakak kelas mendelik matanya. " Bu, sudah saja masalahnya sudah selesai. Sekarang juga, jam ini detik ini, saya putuskan dia. Dah ya kita putus saja sampai di sini" kata si anak kelas 9 diplomatis sekali sambil menjabat tangan si anak perempuan yang dari tadi hanya senyum-senyum saja. Aku pun jadi ikut tersenyum juga. Yah…bagaimana pun aku sangat menghargai kejujuran mereka.
" Baik, masalahmu dengan kedua adik kelasmu sudah beres. Sekarang tinggal masalah kita.Coba jawab yang jujur, berikan ibu argumentasi yang kuat, kenapa kalian berdua meninggalkan kelas? Bukankah ibu sudah berpesan agar kalian berada di dalam kelas sementara ibu harus menemui tamu?" Mereka berdua tidak menjawab. Sebagai jawabannya mereka harus meresensi dua buah buku yang ada di perpustakaan dan membuat soal beserta isinya sebanyak 50 soal.
Sementara untuk kedua anak kelas 7, aku serahkan dia kepada wali kelas dan guru BK untuk dibimbing dan diberi pengertian tentang tugas mereka di sekolah. Ah ada-ada saja, dasar anak-anak tetap saja anak-anak.
