TOGETHER…….
“ Ini untukmu Iner!” seru Riani sahabat lamaku , sambil menyerahkan bungkusan yang dari tadi dipegangnya. Riani…Riani, kedatangannya di pagi hari yang tiba-tiba itu, membuat hatiku mengharu biru..Ia tetap seperti dulu, cantik dan selalu memanggilku dengan nama terbalik. Katanya karena nama kami hampir sama jadi dia lebih suka memanggilku dengan nama Iner!
“ Alhamdulilah…rupanya rejekiku datang di pagi hari ya…., Eh apa ini?” tanyaku ingin tahu…
“ Bawel amat, buka saja! “ katanya sambil menyeruput teh tubruk kesukaannya
“ Haahhh, lingerie? Nggak salah nih?”
“ Udaaahhh ambil aja, aku dah capek mikirnya ! Mau dikasihin siapa itu, untung saja aku teringat kamu, ya udah aku kasihkan ke kamu , anggap aja itu hadiah ultahmu “
“ Semprul, jadi diberikan padaku merupakan hasil pemikiran terakhir? Emang aku ini tong sampah , maen lempar aja seenak udelmu!”
“ Pikiranmu tuh bawaannya ngeres aja! Maksudku ngasih itu karena dari semua temen deket kita, hanya kamu lah yang masih pantas memakainya. Ukuran tubuhmu masih ideal, yang lain dah kayak gulungan kasur semua!”
“ Gila kamu kalau udah ngeledekin orang! Eh.,stelan wajahmu kok nggak kayak dermawan? Kamu nggak rela ya ngasih ke aku?”
“Bukannya nggak rela tapi aku sebenarnya suka banget sama gaun itu. Kamu masih ingat kan, waktu dulu kita mabal dari sekolah gara-gara nggak bikin PR matematika? Trus kita jalan-jalan ke Tamblong, keluar masuk toko yang berjejer sepanjang Jalan Braga. Kita melihat lingerie yang terpasang dengan anggun di manekin, ingat nggak Ner?”
(Gila, kacau abis nih sahabat pake nyuruh aku memutar ulang rekaman masa remajaku yang telah usang)
Yup tentu saja aku ingat…aku ingat…Waktu itu kami ke luar masuk toko-toko yang ada di Jalan Braga. Lalu berhenti di sebuah counter pakaian dalam wanita. Sehelai lingerie terpasang anggun di tubuh manekin yang cantik. Lingerie, gaun tidur transparan, Riani begitu mengaguminya. Dia belai-belai lingerie itu lalu berbisik padaku “ Ner, kalau aku menikah nanti, aku mau minta dibelikan ini pada suamiku”
“ Alaahhh, pakai nunggu menikah segala, beli aja sekarang!” kataku acuh tak acuh karena ada pemandangan lain yang lebih indah di sudut toko, seseorang berjaket biru ganteng,sedang berdiri dan melihat kepadaku dengan senyum di bibirnya. Bagiku itu jauh lebih menarik dari sehelai lingerie.
“ Ah ngapain beli sekarang, mau diperlihatkan sama siapa? Paling Cuma dilihat bantal dan guling! Nggak seru!”
“ Emang harusnya dilihat sama siapa?” kataku polos
“ Dasar Iner bego! Otakmu tuh lelet abis dan kamu jadi perempuan nggak ada romantis-romantisnya!Kamu tahu nggak? Laki-laki suka pada perempuan yang berpakaian seksi. Kamu bisa bayangkan nggak dalam sinar lampu temaram, di kamar yang wangi, kasur yang empuk. Kita menyambut suami dengan lingerie yang melekat di tubuh kita? Bisa bayangkan nggak Ner?” ucap Riani setengah berbisik..
“ Oohh, yang kayak di film- film itu yah? Ah sepertinya jauh lebih seru membayangkan Muhamad Ali melawan Inoki!”
“ Udah ah, nggak guna ngomong sama kamu. Pokoknya suatu hari nanti aku harus memiliki lingerie itu!”
Lamunanku pun buyar sampai di situ karena tersapu oleh derai tawa kami yang mengingat lembar kenangan masa remaja yang terindah. Ah dalam urusan selera, aku dan dia memang tidak pernah nyambung tapi kami tetap bersahabat.
“ Puluhan tahun aku memimpikan lingerie itu tapi baru bulan kemarin aku mendapatkannya. Itu pun aku memaksa beli karena dapat gaji ke tiga belas. Ya..mumpung ada sedikit sisa uang.. Ner”
“ Lho..dulu kamu bilang mau minta ma suami, kok jadinya beli sendiri?”
“Ha..ha..ha…itulah masalahnya…aku ternyata ga berani minta itu pada suami, dia itu terlalu selektif dalam membelanjakan uangnya, dari pada sakit hati ditolak ya lebih baik nunggu dia ngerti tapi ternyata sampai aku setua ini dia belum ngerti juga kalau aku sangat menginginkan gaun itu! Ya udah beli aja pakai uang sendiri!”
“ Trus…saat kamu memilikinya..kenapa dikasih ke aku? “
“ Aku kecewa pada reaksi suamiku waktu kupakai gaun itu…” wajah Riani terlihat sedih…
“ Apa katanya? “ tiba-tiba saja sebuah perasaan kesal pada suaminya muncul dihatiku
“ Pakaian macam apa itu Ma? Nggak takut kalau asmamu kambuh lagi?” Itu kata suamiku..Ner.
“ Owalaahh…suamimu kok tega banget ngomong gitu…kenapa dia sejahat itu Rian?”
“ Tidak Ner, dia tidak jahat dia mengatakan semua itu dengan sorot mata penuh kekhawatiran, dia sangat sayang padaku. Memang benar asmaku sering kambuh sekarang, apalagi bila cuaca dingin, ah nasibku emang tragis banget.., mau tampil romantis di ultah pernikahan eh malah … takut asmaku kambuh…Ya udah..kulupakan saja lingerie itu.., makanya rawat dia baik-baik ya Ner! Itu bukan bekas lho..lihat aja merk dan harganya masih nempel…” ucap Riani sambil tertawa manis sekali, diciumnya pipiku..lalu pamit pulang……Ner, kamu pasti cantik pakai lingerie itu..jangan lupa cerita padaku ya..apa reaksi suamimu…Ok..happy week end!”
Dunia memang aneh! Aku tidak pernah memimpikan lingerie ternyata datang sendiri, bingung jadinya harus diapakan? Tidak dipakai berarti aku tidak menghargai pemberian teman, dipakai..aku tak biasa dengan gaun tidur seperti itu..lagi pula pantaskah aku memakainya? Ih jadi pikiran juga akhirnya….
Pukul 9 malam suami dan anak-anak masih asyik nonton TV. Aku sibuk sendiri di kamarku, membersihkan wajah, menyikat rambut dan mengoles lotion ke tubuhku lalu kucoba lingerie itu..tentu saja dengan kecemasan luar biasa. Lagu Alda seakan berkumandang di kepalaku …Aku tak biasa…
Satu jam kemudian kudengar langkah suami menuju kamar..Duh apa yang akan dikatakannya ya…, Ya Tuhan kuatkan hatiku untuk menerima semua komentarnya yang mungkin saja akan melukai hatiku karena aku tak biasa……
Klik! Handel pintu ditekan , pintu kamar pun terbuka. Suamiku berdiri disana, menatap bengong padaku, kucoba untuk tenang dan tersenyum semanis mungkin…….menanti reaksi apa selanjutnya yang akan dia lakukan…
“ Kamu tidur dengan pakaian seperti itu?….Nanti malaikat rahmat tak akan datang ke kamar kita… dan tanpa itu pun..kamu sudah cantik kok…”
GUBRAK! BENAR KATA RIANI KALAU DUNIA INI PENUH DENGAN PARA SUAMI YANG TIDAK MAU MENGERTI…………………………
